Work without passion is nonsense

Hari ini seseorang motivator mengatakan jika kita bekerja walaupun tanpa passion/gairah itu masih bisa kita maksimalkan dengan usaha.

Menurut saya, pernyataan tersebut tidak terlalu cocok dengan apa yang ada pada diri saya, namun juga tidak sepenuhnya dapat disalahkan. Passion atau gairah merupakan dasar dari segala sesuatu yang akan kita kerjakan. Jika kita bekerja tanpa gairah, apa yang akan terjadi? Pekerjaan menjadi tidak jelas arahnya, semua serba tanggung dan belum tentu mencapai tujuan yang ingin kita capai.

Dengan kata lain, bagi saya work without passion is nonsense. Seorang motivator mungkin memang selalu berusaha memberikan dorongan dan motivasi kepada seseorang dengan kata-kata manisnya agar kita dapat selalu menumbuhkan gairah dalam melakukan pekerjaan. Namun motivator itu cenderung banyak teori namun belum tentu dia sendiri mampu menerapkan dalam hidupnya.

Saya mengambil contoh dari seorang motivator terkenal Mario Teguh. Dia selalu memberikan kata-kata dan motivasi yang hebat bagi para penonton dan pendengarnya. Namun apakah kita yang menonton dan mendengarkan dapat mengikuti saran dan motivasi dari beliau?? Jawabannya belum tentu bisa. Bahkan Mario Teguh sendiri belum tentu bisa menjalankan apa yang dikatakannya sendiri, oleh karena itu muncul kata-kata : ” Hidup memang tidak semudah kata-kata Mario Teguh”.

Back to topic,  bekerja tanpa passion dapat dimaksimalkan dengan usaha. Ehm… menurut saya perkataan ini sedikit terkesan memaksakan. Hampir semua orang senang melakukan pekerjaan yang terpaksa, begitu juga dengan saya. Dan berikut ini sedikit contoh dari pengalaman saya menjalankan pekerjaan tanpa passion namun telah berusaha dan hasilnya gagal.

Satu tahun lalu saya mencoba untuk tergabung menjadi seorang Agen salah satu perusahaan asuransi besar di Indonesia. Pekerjaan sebagai agen ini sebetulnya hanya akan saya jadikan sampingan dari pekerjaan utama saya sebagai karyawan swasta. Karena menganggap profesi agen sebagai sampingan, maka passion saya pun tidak ada di sana. Tidak hanya passion, modal saya dalam hal marketing sendiri belum banyak. Yang saya andalkan hanya usaha dalam mencari nasabah.

Usaha keras saya dalam mencari nasabah hanya berlangsung singkat, karena ternyata mencari nasabah itu tidak mudah. Tiga bulan saya berusaha mencari nasabah dengan melakukan penawaran dan prospek ke sana kemari, namun hasilnya tidak semudah perkataan manager saya di asuransi tersebut. Akhirnya setelah berusaha berkali-kali dan hasilnya juga kurang maksimal karena saya sendiri kurang fokus dan bergairah dalam bidang ini, maka saya memutuskan untuk tidak melanjutkan prospek lagi.

Karena passion saya tetap ada di bidang IT, maka saya akhirnya memilih jalan lain dan terbukti memang di bidang inilah saya dapat berkembang dan menikmati profesi.

Uang dan komisi besar tidak selamanya dapat mengubah sudut pandang seseorang dalam bekerja. Jika semua terfokus pada materi, maka kapan kita akan menikmati hidup dengan apa kita sukai?  Kadang materi terlalu sadis, membuat seseorang berubah menjadi seorang yang hedonis.

Maaf jika saya bertemu dengan seseorang yang mengatakan bekerja tanpa passion itu masih dapat diusahakan, saya cenderung akan malas menanggapinya. Bekerja dengan passion lebih menyenangkan daripada bekerja tanpa passion.

Rate this article!

Leave a Reply