Sulitnya Menjaga Fokus Dan Konsistensi

Sebagai seorang manusia, saya yakin jika suatu saat nanti kesuksesan akan hadir mendatangi segala usaha yang telah kita lakukan.

Berbicara mengenai kesuksesan, setiap orang pasti memiliki arti masing-masing. Ada yang menganggap jika kesuksesan itu harus berupa materi, gelar di bidang pendidikan maupun berhasil dengan usaha yang sedang dirintisnya. Nah dari sekian banyak arti kesuksesan tersebut, saya mungkin sedang tergabung dengan yang terakhir.

Walaupun saat ini saya masih bekerja di salah satu instansi pendidikan di kota Yogyakarta, namun bukan berarti saya harus selalu terpaku pada pekerjaan rutin yang saya lakukan di kantor. Boleh donk, mencoba untuk menjadi seorang pengusaha (seorang yang sedang usaha).. haha..

Dengan keterbatasan waktu yang saya miliki, ada beberapa hal yang membuat saya merasa jika tertantang untuk dapat sukses pada usaha yang tengah saya lakukan. Dua hal penting yang menurut saya paling berpengaruh adalah terkait dengan “Fokus” dan “Konsistensi”.

Bagi saya, fokus dan konsistensi menjadi hal yang sangat penting karena tanpa ada kedua hal tersebut maka saya yakin usaha yang akan saya lakukan kemungkinan akan mengalami kegagalan.

Ya, kegagalan memang suatu hal biasa dalam usaha mencapai kesuksesan. Namun demikian, saya harus tetap yakin dan disiplin untuk dapat tetap menjaga fokus dan konsistensi.

Sulit memang untuk menjaga kedua hal tersebut. Sebagai contoh, misal ketika saya berprofesi sebagai seorang reporter yang mana diharuskan untuk mengirimkan beberapa berita secara rutin di setiap harinya, maka akan muncul rasa bosan, malas dan jenuh. Itu pula yang sering saya alami dan rasakan.

Kesabaran, pengorbanan dan disiplin akhirnya harus datang untuk menjaga fokus dan konsistensi untuk dapat sukses meraih impian.

Semoga fokus itu tidak hilang walaupun harus terpecah untuk sementara waktu karena masih adanya urusan kantor. Semoga jika nantinya fokus itu semakin kuat dan besar, saya mampu memberikan kesempatan lapangan kerja untuk orang lain yang membutuhkan. Amin.

–ditulis saat lagi galau sama kerjaan, setelah denger perkataan Iwan Setiawan : “Jangan hanya menjadi seorang yang rata-rata, tapi harus menjadi yang lebih dari rata-rata orang kebanyakan”–

Leave a Reply