Malam ini (27/3/2017), saya yakin banyak netizen yang sedang fokus dengan acara Mata Najwa. Ya, Mata Najwa memang salah satu acara yang cukup populer dan cukup banyak diminati oleh masyarakat Indonesia.

Selain karena mbak Najwa Shihab itu kece (salah satu idola ane), dia juga cukup cerdas dan cerdik dalam memberikan pertanyaan kepada tamu yang diundangnya.

Acara mata najwa malam ini juga semakin menarik karena mengambil tema “Babak Final Pilkada Jakarta”. Kebayang kan gimana panasnya pilkada DKI Jakarta?? Ya, silakan simpulkan sendiri apa yang kira-kira terjadi di acara Mata Najwa hari ini.

Mata Najwa Babak Final Pilkada DKI

Mata Najwa Babak Final Pilkada DKI

Jujur, saat ini saya sudah bukan warga DKI Jakarta lagi (sudah pulang kampung). Namun bagi saya, Pilkada DKI Jakarta cukup menarik untuk diikuti. Kenapa menarik??

Menurut saya Pilkada DKI Jakarta bisa memberikan banyak pelajaran bagi masyarakat. Baik di DKI Jakarta sendiri maupun di luar Jakarta. Dari pilkada Jakarta kita menjadi bisa melihat karakter dan kepribadian seseorang yang sebenarnya.

Janji manis pada saat kampanye selalu menarik untuk didengarkan. Segala macam cara selalu diusahakan untuk dapat meraih suara saat hari pencoblosan. Politik uang cara kuno yang sering dikenal dengan sebutan “Serangan Fajar” kini telah berubah menjadi lebih cerdas dan lebih elegan. Ya, kupon minyak goreng jadi salah satu inovasi politik uang di Pilkada DKI.

Ah, sudahlah.. Ngomongin Pilkada DKI sebelum pencoblosan ga akan ada selesainya. Setiap orang semakin gila. Mempertahankan ego dan keyakinannya masing-masing. Kadang logika ga bisa di pakai. Yang benar kelihatan salah, yang salah kelihatan benar. Ya, begitulah politik..

Karena saya bukan seorang warga Jakarta, maka saya ga boleh dong memihak ke salah satu pasangan calon. Apalagi nyoblos salah satu pasangan calon.. Jelas ga boleh kan.. Hehe..

Tapi kalo saya menginginkan salah satu calon jadi Gubernur boleh ga?? Harusnya boleh ya.. karena kalau tidak boleh, terus yang nanti jadi Gubernurnya siapa??

OK..

Jika ditanya siapa yang saya inginkan untuk jadi Gubernur DKI Jakarta, maka saya akan pilih Pak Mantan.. Ia, itu yang mantan Menteri Pendidikan.. Yang katanya dosen, profesor dan mantan rektor itu lho.. Dan yang kata orang sech asalnya satu daerah sama saya.. (yogyakarta)

Pasti tau kan siapa yang saya dukung??

Anies Baswedan

Anies Baswedan

Jujur, saat ini saya ingin Pak Anies Baswedan segera jadi Gubernur Jakarta..

Banyak alasan yang membuat saya ingin melihat pak anies bisa menjadi orang nomor 1 di Ibukota Jakarta.

Katanya Pak Anies itu Pintar

Pintar itu sudah pasti ada pada pribadi Pak Anies. Iya kan?? Kalo ga pintar, mana mungkin punya gelar profesor dan pernah jadi Rektor di Paramadina.. Rektor termuda sepanjang sejarah Indonesia ya kalo ga salah??

Katanya Pak Anies itu Santun

Siapa yang masih meragukan kesantunan pak anies? Bagi saya, beliau merupakan salah satu sosok pemimpin santun di Indonesia. (karena dari Yogyakarta yang berbudaya Jawa, maka beda dong sama Ahok yang berasal dari tanah Sumatera – kata om saya, Sumatera itu keras Jendral)

Katanya Pak Anies itu Inovatif

Menurut kamu pak anies itu inovatif ga sech?? Kalo menurut saya, dia salah satu orang yang cukup inovatif di bidang pendidikan. Indonesia Mengajar dan Kelas Inspirasi cukup membuat saya kagum dengan sosok beliau. (saya sempat ingin daftar jadi pengajar di kelas inspirasi Jogja lho pak..)

Apalagi ketika beliau sering mengutamakan pendidikan yang Humanis, seperti yang saya peroleh dari almamater saya (Universitas Sanata Dharma). Saya semakin kagum.

Bahkan masih ingat kan apa yang dilakukannya ketika menjadi menteri pendidikan beberapa tahun lalu? Ya, beliau membuat aturan agar orang tua mengantarkan anaknya ke sekolah di hari pertama masuk sekolah.

Saking Inovatifnya, sekarang waktu kampanye malah makin keren.. suka buat video “Tweet Jahat” – (Selo tenan..)

Sebenernya masih banyak sekali alasan dan hal yang cukup membuat saya ingin agar pak anies segera menjadi Gubernur.

Tapi… Ah Sudahlah.. mungkin ini alasan utama saya ingin agar pak Anies Baswedan segera menjadi Gubernur.

“Saya ingin melihat masyarakat DKI Jakarta merasa jika Gubernur yang dipilihnya itu salah..”

Ambisi dan nafsu yang sangat kuat semakin membuat karakter asli seseorang terlihat. Jangan korbankan nuranimu untuk mendapatkan kuasa pak.. Jangan halalkan segala cara untuk memenuhi hasratmu..

Kemana sisi humanismu yang dulu??

Jujur, saya merupakan salah satu orang yang cukup mengagumimu. Namun Pilkada DKI telah membukakan mata saya.. Ternyata kekaguman saya pada anda salah..

 

Salam,

Seorang yang sempat mengagumimu..

@stchristiono | 2017

***

error: Content is protected !!