Hari ini (9/5/2017) hampir semua orang membicarakan yang namanya “Ahok”. Dari orang kantor, keluarga, sampai isi timeline di Facebook dan Twitter saya juga penuh dengan nama Ahok.

Ya, putusan vonis 2 tahun penjara dari hakim kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok atas kasus penistaan agama yang menjeratnya telah membuat semua orang memberikan komentarnya.

Dalam setiap kasus pasti ada Pro dan Kontra. Itu pasti.. Namun sekali lagi, kita harus ingat jika kita ada di negara yang namanya Indonesia, salah satu negara hukum. Hukum harus dihormati dan dijadikan sebagai panglima tertinggi di negara Indonesia.

Jujur, saya sendiri kecewa dengan putusan pengadilan hari ini yang menjatuhkan vonis hukuman penjara 2 tahun bagi Ahok. Namun, saya merasa kasus yang menjerat ahok ini akan menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat Indonesia.

Sebelumnya, saya harus memberikan hormat saya kepada pak Ahok. Banyak alasan yang membuat saya bangga dengan beliau.

Pertama, bagi saya beliau salah satu putra terbaik yang ada di Indonesia saat ini.

Menurut saya, Ahok merupakan orang yang tegas, jujur dan apa adanya. Apa yang dikerjakannya selalu dilakukan secara total dan transparan. Ketegasan dan sikapnya tersebut membuat anda banyak dimusuhi oleh banyak elit yang memang memiliki banyak kepentingan di sana.

Banyak hal dan tindakan yang membuat saya kagum kepada Ahok. Secara khusus terkait dengan ide-ide gila serta hal-hal yang dikerjakannya selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Banyak hal positif yang sudah dilakukan oleh seorang Ahok bagi Jakarta dan saya rasa hal tersebut bukan suatu yang rahasia, jadi saya tidak mau banyak membahasnya.

Saya akui, kekurangan dari Ahok hanyalah sikap ceplas-ceplos dan kurang bisa mengontrol emosi dan perkataannya. Di luar itu, saya angkat topi kepada putra terbaik Indonesia ini.

Kedua, Sebagai seorang Nasrani, Ahok mengingatkan saya tentang apa yang pernah terjadi pada Yesus Kristus.

Sebelumnya, saya tidak mau menyamakan Ahok dengan Yesus Kristus, karena bagi saya itu suatu hal yang berbeda dan tidak boleh disamakan. Namun apa yang terjadi oleh Ahok saat ini seakan-akan membuat saya merasakan apa yang pernah dialami oleh Yesus pada masaNya.

Banyak kesamaan yang dialami oleh Ahok dengan apa yang dialami oleh Yesus.

Namun jujur, saya sulit untuk menuliskan kesamaan tersebut di sini. Biar ada di hati saya saja ya.. karena mungkin hal ini terlalu sensitif dan terkait pada keyakinan seseorang.

Ketiga, Ahok terlalu baik dan disayang banyak orang.

Menurut saya, Ahok terlalu baik untuk banyak orang. Namun kebaikannya tersebut justru membuatnya dibenci oleh para elit.

Ya, mau gimana lagi, menurut saya Indonesia memang belum sepenuhnya dewasa. Mau nulis yang baik-baik nanti pasti ada yang ga terima.

Keempat, masih banyak hal lain yang membuat saya bangga kepada pak Ahok, tapi sepertinya tidak perlu ditulis lagi.

***

Seperti yang saya katakan sebelumnya, banyak pelajaran berharga yang dapat saya petik dari kasus Ahok.

  • Ahok merupakan seorang manusia biasa yang bisa salah dan khilaf. Sudah sepantasnya kita memaafkan kesalahan orang lain walaupun tidak satu iman dengan kita. Karena kita semua punya yang namanya “KASIH“.

Di agama Katolik sendiri terdapat yang namanya Hukum Kasih yang bunyinya seperti berikut :

“Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”

Itu hukum yang terutama bagi kami berdasarkan ajaran agama kami. 

  • Kooperatif dalam menghadapi masalah. Dan berani bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya. Mengakui kesalahan tanpa harus menyangkalnya.
  • Besar hati dan sabar dalam menerima cobaan.
  • Harus lebih berhati-hati dalam bicara dan bertindak. (jika seorang Ahok saja bisa di penjara karena ucapannya, apalagi kita yang biasa-biasa saja)
  • Hukuman yang diberikan kepada Ahok akan menjadi Trigger bagi kasus hukum lain yang serupa. (ingat, masih ada banyak kasus serupa lho, salah satunya terkait dengan Buni Yani dan juga Habib Rizieq). Kita lihat saja kelanjutan kasus hukumnya.

***

Oh iya, mungkin banyak yang menganggap jika hukuman bagi Ahok merupakan matinya hukum di negara Indonesia. Janganlah menganggap demikian kawan. Indonesia negara hukum, yang harus kita lakukan hanyalah mendukung dan mengusahakan yang terbaik melalui jalur hukum. Tenang saja, Ahok masih bisa “Banding” dan memang itu telah dilakukannya dengan mengajukan banding setelah putusan dibacakan.

Jika nantinya bandingnya di tolak atau tidak sesuai harapan, Ahok juga masih mempunyai langkah lagi yaitu “Kasasi” atau bahkan meminta “Peninjauan Kembali”. (mohon dikoreksi jika salah)

Keputusan yang mengecewakan memang sering membuat kita marah dan emosi. Namun kita percaya saja dengan hukum yang tidak terlihat. Pengadilan tertinggi bagi setiap orang di akhir hidupnya.

“Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama.”

Hingga kapanpun, nama Ahok akan selalu dikenang di Indonesia. Saya bisa yakin jika hal positif yang telah dilakukan oleh Ahok kepada banyak orang lebih terpatri di hati masyarakat Indonesia di masa mendatang. Karena bagi saya, kebaikan dari Ahok lebih besar dari keburukannya.

Tetap semangat pak Ahok, Tetap semangat ibu Veronica Tan dan keluarga. Saya percaya jika Yesus akan menguatkan Pak Ahok dan keluarga.

Tetap semangat ya teman-teman, tetap semangat masyarakat Indonesia. Semoga kejadian ini semakin membuat kita terbuka dan tetap waras untuk melihat suatu kebenaran. Sudah saatnya kita bertindak melawan ketidakadilan dan radikalisme. NKRI itu beragam, Bhinneka Tunggal Ika… Jangan suka bawa-bawa isu SARA lagi ya. Kasihan kan si SARA udah capek dia dulu main film “Si Doel Anak Sekolahan”, makanya dia pensiun jadi Artis. hehe..

Salam Hormat Untukmu Pak Ahok. Kami tetap bersama Bapak.

Facebooktwittergoogle_plus
error: