Rhesus darah Istriku Negatif

Golongan darah Rhesus Negatif

Rhesus Negatif

Memasuki minggu ke-32 mengandung calon buah hati pertama kami, saya dan istri seperti biasanya melakukan kontrol kandungan di salah satu Rumah Sakit swasta di kota Yogyakarta kita sebut saja inisial Rumash Sakit tersebut RSPR.

Setelah periksa dengan dokter, istri saya ditanya apakah sudah cek laboratorium. Istri saya menjawab dulu sudah pernah, namun untuk lebih amannya kami pun mengambil keputusan untuk memeriksakan ulang. Kebetulan letak Laboratoriumnya hanya satu lantai di bawah tempat kami periksa kandungan.

Istri saya periksa seperti biasa, namun untuk pengambilan hasil sedikit lama karena adanya kesibukan yang membuat kami sengaja untuk mengambil hasil laboratorium pada saat kontrol berikutnya (2 minggu setelah periksa lab). Pada saat mengambil hasil, saya masih belum mengerti apa yang dituliskan dari hasil lab tersebut. Istri saya yang lulusan farmasi sebenarnya mengetahui hasil dari tes tersebut, namun tampaknya juga tidak terlalu menyadari jika ada sesuatu yang berbeda dari dirinya.

Setelah mendapat giliran periksa dengan dokter, kami memberikan hasil lab kepada dokter. Dokter yang memeriksa istri saya pun rasanya sedikit kurang yakin dengan hasil lab, karena ternyata golongan darah istri saya adalah A dengan Rhesus Negatif. Mendengar hal tersebut saya sendiri rasanya biasa saja, namun memang ada sedikit kekhawatiran karena menurut dokter golongan dara dengan Rhesus negatif (Rh-) merupakan golongan darah langka.

Mendengar kata “langka” sedikit membuat saya lebih was-was, namun hingga sekarang saya masih yakin jika perbedaan rhesus tersebut tidak perlu ditakuti, karena sudah banyak yang membahas mengenai rhesus ini. Bahkan di Indonesia sendiri solidaritas para pemilik golongan darah Rhesus negatif membentuk suatu komunitas yang diberi nama Rhesus Negatif Indonesia. Rhesus negatif Indonesia merupakan¬†komunitas yang murni bergerak dalam bidang sosial kemasyarakatan (NON PROFIT ORIENTED) yang dibentuk atas dasar kesamaan rhesus darah dan ketergantungan yang tinggi antar sesama pemilik darah rhesus negatif, sehingga jika suatu saat ada salah satu di antara pemiliknya membutuhkan transfusi dapat teratasi dengan cepat.

Mungkin dengan diketahuinya Rhesus darah dari  istri saya ini menjadi pelajaran bagi keluarga kami dan teman-teman lain bahwa ada baiknya kita memeriksakan darah kita dan mengenali apa rhesusnya, namun kita tidak perlu mengkhawatirkan golongan darah Rhesus negatif tersebut.

Rate this article!
Tags:

Leave a Reply