Musibah di penghujung Januari 2015 #latePost

Belum lama ini, tepatnya pada akhir bulan Januari 2015 ini keluarga mimin mengalami musibah kecil. Musibah tersebut dialami oleh istri dan anak mimin pada tanggal 31 Januari 2015 sekitar pukul 15.00 WIB, dimana pada saat tersebut istri dan anak mimin tertabrak sepeda motor di depan rumah saat sedang nyebrang jalan dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Panti Nugroho Pakem Sleman.

Secara kronologis, mimin sendiri kurang begitu mengerti karena pada waktu yang kejadian mimin masih berada di kantor. Namun dari cerita orang rumah (istri dan keluarga), mimin mencoba untuk menceritakan sedikit.

Sebelum mimin menceritakan versi orang rumah, mimin mau lebih dahulu menceritakan bagaimana mimin mengetahui jika istri dan anak mengalami musibah dan kemudian mimin langsung capcus menuju RS.

Sekitar pukul 15.15 saat mimin sedang di depan komputer sambil makan pop mie, ponsel mimin berbunyi dan ternyata orang tua mimin mengubungi.

Kring..kring…kring..

Mimin : Halo, ada apa pa?? (heran, ga biasanya di telpon di jam kerja)

Papa : Genduk di Rumah Sakit Panti Nugroho.

Mimin : Lha koq di sana, kenapa e? (makin heran dan sedikit panik)

Papa : Genduk ketabrak motor di depan rumah

Mimin : Koq bisa? Lha Adek (anak mimin mksdnya) gimana? Ketabrak juga? (udah makin galau dan over panik)

Papa : Ia.

Mimin : Oke pa, aq tak langsung ke RS.

Tut..tut..tut… (pembicaraan lewat ponsel pun putus.)

Setelah mendapatkan informasi mengenai musibah tersebut, mimin langsung meminta ijin untuk pulang lebih cepat. Dan puji Tuhan, rekan kerja dan atasan mimin baik hati dengan memberikan ijin kepada mimin.

Diperjalanan, Mimin masih saja galau dan terbayang sesuatu yang aneh-aneh, khawatir dengan keadaan istri dan anak sekarang bagaimana. Namun demikian mimin masih mencoba untuk berfikir positif sambil berdoa agar semuanya baik-baik saja.

Sekitar pukul 16.00 WIB, Mimin tiba di RS. Panti Nugroho. Rasa lega dan khawatir atas keadaan istri dan anak sedikit terobati setelah anak yang sedang digendong oleh kakungnya di depan Ruang UGD teriak-teriak dan tetap tampil ceria melihat melihat mimin datang. Hati mimin mulai ayem.

Setelah melihat kondisi fisik anak mimin yang mengalami lecet kecil dibagian kaki kanan dan sedikit benjol di kepalanya, mimin pun langsung bergegas masuk ruang UGD. Di dalam ruang UGD, mimin semakin lega karena melihat kondisi istri mimin yang sedang berbaring dan sepertinya akan baik-baik saja walaupun mengalami beberapa lecet dibagian kakinya.

Di dalam UGD tersebut, mimin menanyakan kepada istri kronologis musibah yang terjadi. Dan berikut ini isi percakapan dan kronologis menurut istri mimin.

Mimin : Piye to nduk, koq iso ngene?? (Gimana sech koq bisa kaya gini)

Istri : Ya tadi kan habis jajanin adek ke warung Mbah Harto (warung sebrang rumah), pulang dari sana aq udah nyebrang sampai tengah jalan, tapi aq lihat ke utara terus, tiba-tiba dari selatan ada suara motor ngerem terus nabrak aq ma adek. Aq dipinggirin depan warung, adek langsung ada yang gendong ke rumah (ternyata eyangnya yang gendong). Abis itu aq udah ga tau lagi.

Mimin : owalah, koq tumben jajan ra ngenteni aq bali?? (oh, koq tumben jajan ga nunggu mimin pulang)

Istri : Ga tau kie, tiba-tiba aja pengen ajak adek ke warung sebrang.

Mimin : Yo Wis, lha sing nabrak bapak-bapak po cah nom?? (Ya sudah, lha yang nabrak itu bapak-bapak atau anak muda)

Istri : Bapak-bapak sama ibu-ibu koq, terus mereka juga tadi ke sini (RS) sama tanggung jawab.

Mimin : Oh, tak pikir cah nom. Neq cah nom wes tak antemi sek. (Oh, mimin pikir anak muda. Kalau anak muda udah mimin pukuli dulu)

Istri : hehe. (ketawa sambil kesakitan karena punggungnya masih kerasa sakit)

Mimin : Yo wis, btw, kartu asuransi mu sama punyanya adek mbok gawa to??

Istri : Dibawa koq semua. Sekarang lagi diurus sama uti. Sana mbok urus sek. Ini udah di rontgen koq tinggal tunggu hasil ma penjelasannya dari dokternya. Soalnya dokternya baru datang jam stengah 6 katanya.

Mimin : Yo wis neq gitu. (mimin keluar dan urus administrasi)

Cerita lain dari keluarga sepertinya tidak perlu mimin tulis di sini karena cerita dari istri mimin sepertinya sudah dapat mewakili. Dari kejadian ini sepertinya keluarga mimin sedang diperingati agar lebih hati-hati lagi. Semoga menjadi pengalaman yang bisa menjadi pelajaran yang berharga buat mimin sekeluarga.

-end-

Tags:

Leave a Reply