Tidak terasa bulan Februari akan segera berganti dengan bulan Maret. Bulan Februari yang katanya penuh cinta akan segera berganti dengan bulan penantian, pengorbanan dan juga bulan penebusan bagi saya secara pribadi dan bagi umat nasrani pada umumnya.

Mungkin ada yang bertanya-tanya, kenapa begitu?

Jujur, di tengah banyaknya isu SARA yang sedang mewabah di Indonesia, saya merasa jika membicarakan masalah agama dan keyakinan seolah-olah menjadi sesuatu yang cukup sensitif dan kadang-kadang keberanian saya untuk berpendapat melalui tulisan sering kali hanya tertinggal dalam bentuk [draft] yang selalu berat untuk mengubah statusnya menjadi [publish].

Berhubung besok (1/3/17) sudah memasuki awal masa pengorbanan bagi kami, maka saya mencoba untuk berani menuliskan apa yang kami yakini dan imani. Oleh karena itu, menurut saya tidak ada yang perlu di pertanyakan dan di perdebatkan dengan apa yang akan saya tulis di sini. Siapa tau justru dapat menambah pengetahuan bagi semua yang membutuhkannya.

***

Masa Prapaskah

Tepat tanggal 1 Maret 2017, umat katolik akan memasuki masa Prapaskah. Masa inilah yang saya maksudkan sebelumnya, yakni masa pengorbanan, masa penantian dan masa penebusan bagi umat katolik.

Kenapa bisa disebut demikian?

Menurut apa yang saya pahami dan ketahui, masa prapaskah merupakan masa dimana umat nasrani mempersiapkan diri untuk menyambut datangnya hari raya Paskah (Kebangkitan Yesus setelah wafat di kayu salib). Masa prapaskah ini berlangsung selama 40 hari dan biasanya dihubungkan dengan puasa dan pantang sebagai bentuk penyesalan dan pertobatan.

Masa Prapaskah / awal puasa dan pantang akan dimulai pada hari rabu yang dikenal dengan nama “Rabu Abu” – (kebetulan besok kami akan melaksanakan hari Rabu Abu) dan berakhir pada hari Jumat yang dikenal dengan nama “Jumat Agung”.

Dalam masa Prapaskah ini, umat nasrani juga akan menjalani beberapa hari penting. Hari penting tersebut meliputi:

  • Rabu Abu

    Hari Rabu Abu merupakan hari awal puasa dan pantang. Biasanya ditandai dengan pemberian tanda salib di dahi. (jadi kalau melihat seorang ada abu dengan tanda salib di dahinya pada hari rabu, maka biasanya orang itu baru saja mengikuti perayaan hari Rabu Abu)

  • Minggu Palma/Minggu Palem

    Hari Minggu Palma/Minggu Palem merupakan hari yang menandai pekan suci atau pekan terakhir prapaskah. Biasanya pada hari minggu ini banyak umat katolik/nasrani yang membawa daun palem pulang dari gereja.

  • Kamis Putih

    Hari Kamis Putih biasa dikenal sebagai hari untuk mengenang perjamuan terakhir yang dilakukan oleh Yesus dan murid-muridnya. Pada hari ini terdapat upacara pembasuhan kaki oleh pemimpin gereja kepada perwakilan umat sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Yesus kepada para muridnya.

  • Jumat Agung

    Jumat Agung merupakan peringatan hari wafatnya Yesus. Menurut saya hari Jumat Agung merupakan hari paling sakral. Pada hari tersebut kita akan mendengarkan kisah sengsara Yesus, mulai ditangkap hingga wafat di kayu salib.

  • Sabtu Suci

    Sabtu Suci merupakan hari terakhir dalam pekan suci. Namun demikian, saya sendiri bingung apakah masih masuk ke dalam masa prapaskah atau tidak. (karena iman dan pengetahuan saya yang masih dangkal sepertinya) Namun demikian, Sabtu Suci merupakan salah satu hari yang penting bagi umat Nasrani.

Terkait dengan masa prapaskah, saya cuma bisa menjelaskan sedikit yang saya ketahui di atas. Pada intinya, masa prapaskah merupakan masa pertobatan yang salah satu caranya dilakukan dengan berpuasa dan berpantang. Jadi, sama halnya rekan-rekan dan teman-teman yang beragama Muslim, kami juga melakukan puasa. Walaupun demikian, puasa yang kami jalani sedikit berbeda dengan yang dijalani oleh umat muslim, bahkan sering dikatakan lebih ringan. (pendapat pribadi ya)

 

Aturan Puasa dan Pantang

Puasa dan pantang merupakan salah satu cara yang dilakukan umat nasrani untuk mengungkapkan penyesalan dan pertobatan mereka untuk menyambut wafat dan kebangkitan Yesus.

Mungkin banyak yang menganggap jika puasa umat Katolik cukup ringan. Secara pribadi saya mengatakan “secara aturan memang iya, tapi untuk pelaksanaan mungkin tidak”.

Kenapa ringan?

Jujur.. Menurut saya, puasa yang biasa saya lakukan memang tidak seberat apa yang dilakukan oleh umat muslim. Karena walaupun kami melakukan puasa selama 40 hari lamanya, namun hanya terdapat 2 hari wajib puasa, yaitu hari Rabu Abu dan hari Jumat Agung. Hal tersebut jelas berbeda dengan yang dilakukan oleh umat muslim, dimana dilakukan selama 30 hari lamanya secara penuh.

Well, ga perlu membanding-bandingkan lebih jauh. Cukup sebagai pengetahuan saja. Sekarang lanjut ke aturan puasa dan pantang bagi umat katolik.

Aturan Puasa dan Pantang bagi umat katolik sendiri (Keuskupan Agung Semarang) mengacu kepada statuta Keuskupan Regio Jawa 1995 pasal 136.

Berikut ini peraturannya:

  • Hari Puasa tahun 2017 ini dilangsungkan pada hari Rabu Abu tanggal 1 Maret 2017, dan Jumat Agung tanggal 14 April 2017. Hari Pantang dilangsungkan pada hari Rabu Abu dan tujuh Jumat selama masa Prapaska sampai dengan Jumat Agung.
  • Yang wajib berpuasa ialah semua Orang Katolik yang berumur 18 tahun sampai awal tahun ke-60. Yang wajib berpantang ialah semua Orang Katolik yang berumur genap 14 tahun ke atas.
  • Puasa dalam arti yuridis, berarti makan kenyang hanya sekali sehari. Pantang dalam arti yuridis, berarti memilih tidak makan daging atau ikan atau garam, atau tidak jajan atau merokok.

Karena peraturan puasa dan pantang cukup ringan, maka keuskupan menganjurkan agar secara pribadi atau bersama-sama, misalnya dalam keluarga, atau seluruh lingkungan, atau seluruh wilayah, atau komunitas pastoran/biara atau komunitas seminari menetapkan cara puasa dan pantang yang dirasakan lebih sesuai dengan semangat tobat dan matiraga yang ingin dinyatakan sebagai pelopor peradaban kasih.

  • Sebagai sikap pertobatan nyata, beberapa hal dapat dibuat dan sangat dianjurkan, antara lain:
    Dalam keluarga, pertemuan lingkungan atau komunitas, dicari bentuk-bentuk pantangdan puasa yang cocok dengan jenjang usia, sebagai bagian dari pembinaan iman menurut usia: usia dini dan anak, remaja dan orang muda, dewasa dan lansia.
  • Pada hari Jumat dan hari lain yang ditentukan, setiap keluarga/komunitas mengganti makanan pokok yang disukai dengan makanan pengganti dari bahan makanan lokal dengan satu macam lauk (sebagaimana sudah muncul sebagai gerakan di beberapa paroki atau komunitas selama peringatan Hari Pangan Sedunia – HPS).
  • Selama empat puluh hari dalam masa Prapaskah secara pribadi atau dalam keluarga atau komunitas biara/pastoran/seminari memilih tindakan tobat yang lebih berdaya guna untuk mewujudkan tindakan kasih, sekaligus memulai mewujudkan Peradaban Kasih.
  • Menentukan gerakan pemberberdayaan dan tindakan nyata yang berdampak luas bagi lingkungan alam serta masyarakat sekitar sebagai wujud solidaritas. Hal ini sekaligus menjadi pintu masuk untuk mewujudkan Peradaban Kasih di Indonesia dalam unsur kesejahteraan, misalnya dengan gerakan jimpitan beras untuk kepentingan dana pendidikan dan upaya lain memberi makan bagi saudari-saudara yang membutuhkan.
  • Hendaknya diusahakan agar setiap orang beriman kristiani baik secara pribadi maupun bersama-sama mengusahakan pembaruan hidup rohani, misalnya dengan rekoleksi, retret, latihan rohani, ibadat jalan salib, pengakuan dosa, meditasi, adorasi dan sebagainya.
  • Salah satu ungkapan tobat bersama dalam masa Prapaska ialah Aksi Puasa Pembangunan (APP), yang diharapkan mempunyai nilai dan dampak untuk pembaruan pribadi, serta mempunyai nilai dan dampak bagi peningkatan solidaritas pada tingkat paroki, keuskupan dan nasional.

Tema APP tahun 2017 ini adalah:
“Aku Pelopor Peradaban Kasih” sebagaimana diuraikan dalam buku-buku yang diterbitkan oleh Panitia APP Keuskupan Agung Semarang, bisa dijadikan bahan permenungan bagi seluruh umat.

***

Mungkin itulah sedikit informasi yang bisa saya berikan terkait dengan masa Prapaskah dan juga aturan pantang dan puasa bagi umat katolik. Selamat menjalankan masa prapaskah bagi semua teman-teman yang merayakannya. Selamat melakukan puasa – pantang. Tuhan Memberkati.. Berkah Dalem.

Facebooktwittergoogle_plus
error: