Lucunya Penjelasan Seorang Ahli IT

Sidang kopi sianida yang seperti sinetron “Tersanjung” ini semakin lama, semakin lucu. Hal yang menurut saya paling lucu dari sidang-sidang yang pernah dilakukan adalah sidang hari ini (15/9/2016) yang menghadirkan ahli IT dari Penasihat Hukum mbak Jess yang namanya Rismon Hasiloan Sianipar.

Ahli IT Rismon H Sianipar

Ahli IT Rismon H Sianipar (image copyright by bintang)

Jujur, sebagai seorang yang punya background IT di jaman kuliah dan juga sekarang senengnya mainan sama video dan software aplikasi yang berkaitan dengan pengeditan video, saya merasa malu dengan apa yang dijelaskan oleh Rismon H Sianipar.

Kenapa saya malu??

Alasannya simpel, karena ia tidak menunjukkan keahlian dari seorang yang dianggap sebagai Ahli IT. Bahkan cenderung sombong dan lebih banyak melontarkan pernyataan yang mempermalukan dirinya sendiri. Antara pertanyaan sama jawaban yang dia berikan banyak ga nyambungnya.. wkwk..

Beberapa hal yang cukup lucu dan saya anggap aneh untuk kelas seorang yang katanya seorang “Ahli IT”:

Sumber data video yang digunakan pada analisa tidak jelas, dan hanya berasal dari video yang didokumentasikan oleh TV media.

Sebagai seorang ahli IT, ia mengatakan jika menggunakan file yang berasal dari beberapa video yang berasal dari media untuk kemudian digunakan untuk di analisa metadatanya..

What??? Serius nech.. I think you’ve made a huge mistake here.. 

Kenapa??

Saya rasa ada banyak data yang tidak valid ketika si ahli IT menggunakan data yang sumbernya berasal dari dokumentasi media TV. Lebih parah lagi jika sumbernya diambil dari youtube.. wkwk..

Sumber video yang diambil oleh TV biasanya dipengaruhi oleh banyak hal, salah satunya berasal dari alat perekam video yang digunakan. Sebuah kamera video dengan merk Sony akan memiliki karakteristik yang berbeda dengan kamera video dengan merk Panasonic. Dari sisi output warna akan ada banyak perbedaan, begitu pula dari sisi resolusi yang dihasilkan.

Nah sisi lucu dari si Ahli IT muncul di sini. Sebagai seorang ahli bidang pencitraan yang menyebut kata metadata berulang-ulang, ia bisa langsung mengatakan jika video primer yang sebelumnya dilakukan oleh ahli IT forensik Polri  merupakan hasil rekayasa dan telah diedit. Dengan itu juga ia langsung meragukan keaslian video CCTV yang asli.

Tau ga, apa yang dijadikan patokan atas peryataannya??

Rismon yang katanya berpatokan pada BAP menggatakan jika ada kejanggalan yang ditemukan pada video hasil analisanya pada bagian tangan mbak Jess yang katanya ga proporsional alias kaya nenek lampir.. Wkwk..

Hello.. itu video yang dipake analisa aja bukan video primer, tapi video yang mungkin berasal dari “youtube” dan diambil dari berbagai angle dengan karakteristik kamera tertentu. Apakah benar tangan mbak Jess itu terlihat panjang karena rekayasa si IT Forensik Polri??

Menurut saya belum pasti, kenapa? Angle bisa menipu lho.. belum lagi kalo ternyata ada flare yang dihasilkan karena posisi kamera video yang mengambil memang memberikan cahaya.

Sebagai seorang yang katanya Ahli IT, kenapa Rismon terkesan seperti seorang yang berfikiran pendek ya dalam hal menganalisis sebuah data?? Aneh..

Software yang digunakan katanya lebih kompleks dan canggih dibandingkan dengan yang digunakan oleh IT Forensik Polri 

Hal lucu selanjutnya terkait dengan software yang digunakan untuk menganalisi metadata video.

Rismon mengatakan jika ia menggunakan sotfware yang lebih kompleks dan canggih daripada yang digunakan oleh Labfor Polri. Padahal software yang digunakan oleh labfor polri merupakan software bersertifikat internasional yang juga digunakan oleh FBI. Betapa sombongnya si Ahli IT ini.. grr..

Video Cleaner

Video Cleaner

Di sini saya penasaran dan kepo sama software yang digunakan oleh Rismon. Sebelumnya ia mengatakan jika softwarenya didapat dari pelatihan dan bernama video cleaner. (lucu iki.. seorang ahli pake software gratisan dari pelatihan)

Karena beneran penasaran, saya langsung browsing software yang namanya video cleaner. Finally, what do i get?? The software is a free.. (www.videocleaner.com)

WTF.. its very funny.. 

Kesimpulan yang saya dapatkan dari bang rismon sang ahli IT, ternyata software yang digunakan oleh FBI dan labfor Polri masih kalah canggih dari software gratisan..

Tidak berani menguji data primer yang ditawarkan oleh ahli IT Labfor Polri

Kejadian lucu dan memalukan selanjutnya adalah ketidakberanian dari Rismon ketika diminta untuk menganalisa data video cctv primer yang ditawarkan.

Pertanyaan muncul, kenapa dia tidak mau?? Padahal jika ia mau, maka akan ada perbandingan data yang cukup valid antara analisa miliknya dan analisa milik ahli IT Forensik Polri karena data yang digunakan sama.

Selain itu, jika Rismon mau menerima tawaran menanalisa video primer, maka tuduhan dan dugaan rekayasa yang dikatakan sebelumnya dapat semakin jelas. Semakin jelas siapa yang berbohong, tidak kompeten dan cuma omong kosong.

Tapi apa yang terjadi?? Dia tidak mau.. wkwk..

Ketidakmauan Rismon ini semakin menjelaskan dan membuat banyak orang meragukan statusnya yang katanya seorang Ahli IT.. ahli ketemu ahli koq wedi.. (cemen tenan).

Hal lucu terkahir yang saya dapatkan dari si Ahli IT adalah jawaban ngalor ngidul kaya orang bloon yang sebenarnya perntanyaannya cukup simpel dan jelas.. (cuma mempermalukan diri sendiri)

***

Semua yang saya tuliskan ini cuma asumsi dan pemikiran pribadi saya. Saya mungkin bukan seorang ahli seperti mereka, namun saya juga seorang yang setidaknya berada di ranah yang sama, walaupun lebih pada sisi teknis.

Jika ingin membuka atau membaca metadata, mungkin saya sendiri juga bisa melakukannya..

Yang pasti, mengubah atau mengedit video dari data yang telah ada itu tidak semudah yang dibayangkan. Lebih mudah mengedit foto daripada mengedit video.

Kalo ga percaya, monggo dicoba sendiri.. haha..

 

Rate this article!
Tags:

Leave a Reply