surat keterangan Pindah

Gambar di atas merupakan gambar surat keterangan pindah penduduk yang sedang saya urus dalam minggu ini. Dari gambar di atas, menunjukkan betapa buruknya pelayanan kelurahan di tempat saya (kelurahan Nanggeleng Sukabumi).

Awal mula ceritanya adalah seperti ini :

Kemarin [15 Februari 2013], saya mengurus surat pindah dan cabut nama dari Kartu Keluarga orang tua saya. Saya mencabut Kartu Keluarga karena saya sudah menikah dan saya sendiri akan pindah lokasi tinggal di Yogyakarta.

Sesuai dengan persyaratan yang berlaku, untuk mencabut Kartu Keluarga atau membuat Surat Pindah Penduduk, kita harus mengikuti hal berikut.

Cara membuat Kartu keluarga:

  1. Meminta surat Pengantar dari RT/RW
  2. Meminta Surat Pengantar / Keterangan dari Kelurahan
  3. Meminta Surat Keterangan dari Kecamatan
  4. Meminta Surat Keterangan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil

Mengetahui hal di atas, saya mencoba mengikutinya dengan tertib. Setelah mendapatkan surat pengantar dari RT/RW saya langsung menuju Kelurahan. Di kelurahan saya bertemu dengan bapak pegawai kelurahan Nanggeleng (agak lupa namanya), saya memberitahukan maksud kedatangan saya untuk meminta surat pindah. Dengan membawa surat pengantar dari RT/RW, KTP, KK asli + Fotocopy KK, saya pun di layani oleh petugas kelurahan (walau setengah hati melayani). Berhubung kemarin hari yang pendek, maka setelah saya mendapat surat pengantar dari kelurahan nanggeleng, saya pun langsung bergegas ke kantor Kecamatan Citamiang tanpa membaca dan cek surat yang di berikan kelurahan secara lebih teliti.

Ketika sampai di kecamatan saya langsung memberikan surat pengantar dari kelurahan, Kartu keluarga orang Tua saya, dan KTP saya. Saya pun mendapatkan surat keterangan dari kecamatan untuk di bawa ke dinas kependudukan. Berhubung saya akan pindah daerah, maka KTP saya pun di cabut dan hingga saat ini tidak punya KTP.. hehe..

Lanjut di dinas kependudukan, saya tiba di waktu yang salah. Kantor dinas kependudukan sudah tutup karena harus istirahat ┬áJumat (sholat Jumat), akhirnya saya memilih pulang ke rumah terlebih dahulu. Sampai di rumah saya membaca surat yang di berikan oleh kecamatan, dan hasilnya saya kaget bukan main… haha…

Nama : STEPHANUS CHRISTIONO EKA ————-> Di KTP “STEPHANUS CHRISTIONO EKA PUTRA

Agama : ISLAM ————> di KTP “KATOLIK

Selain itu ada beberapa kesalahan penulisan.

Setelah jam Sholat Jumat berahkir, saya menuju ke dinas kependudukan lagi. Di sana saya di minta kembali ke kecamatan karena kesalahan surat keterangan/pengantar. Emosi tingkat dewa dengan kecamatan. Setelah sampai kecamatan dengan agak emosi, saya mengadukan kesalahan yang di buat oleh kecamatan. Hasilnya, pegawai kecamatan bilang kesalahan dari kelurahan. Saya pun melihat ulang surat pengantar dari kelurahan, memang benar kesalahan dari pegawai kelurahan. (duit di amplopnya kurang ya pak?? Bilang donk kalo kurang)

Berhubung ibu-ibu di kecamatan baik hati (kebetulan temannya papa saya), saya pun di minta revisi di kecamatan saja. Akhirnya saya pun mendapat surat pengantar ke dinas kependudukan yang sudah benar. Setelah mendapatkan surat keterangan, saya langsung ke Dinas kependudukan kota sukabumi, dan tanpa ada kesulitan birokrasi saya pun mendapat surat pengantar untuk di bawa ke dinas kependudukan daerah sleman yogyakarta, tempat saya berdomisili besok.

Kesimpulan:

Pegawai Kelurahan Nanggeleng itu Buruk, jika tidak ada uang, tidak akan di kerjakan… Halo pak… siap-siap saja anda lengser dari jabatan anda, karena sekarang jamannya transparansi… mau di giring KPK ya??? haha…

error: Content is protected !!