Aturan Polisi Melakukan Razia

Hari ini pertama kali saya membuka e-newspaper dari kantor berita yang identik dengan warna merah, ada artikel yang sangat membuat saya tertarik. Judulnya adalah ” Kena Razia Polisi? Ini aturannya “.

Kenapa saya tertarik dengan artikel tersebut??

  1. Saya sering kali terkena razia oleh polisi
  2. Saya sedikit kesal dengan tingkah polisi saat ini yang terkesan seenaknya dengan aturan yang ada

Untuk alasan saya yang pertama, Saya sering terkena razia oleh polisi (khususnya ketika saya masih bekerja di DKI Jakarta). Dulu selama bekerja di Jakarta, kurang lebih sekitar 5-6 kali saya kena razia dan kena tilang polisi… 1 kali tilang Rp. 50.000,- (motor)

Saking kesalnya saya kena tilang, saya pun sempat menuliskan pengalaman saya ketika di tilang oleh polisi pada postingan ” Ada Apa dengan Polisi?? Koq saya kena tilang lagi?? “.

Untuk alasan kedua, itu lebih kompleks karena saya sendiri bingung, kenapa jika kita salah/melanggar aturan lalu lintas, kita di tilang, sedangkan jika polisi yang melanggar, tidak ada yang menilang??? Contoh, saya sering menemukan polisi tidak menggunakan kaca spion lengkap, polisi sempat menemukan polisi yang tidak menggunakan Plat nomer dan tidak menggunakan helm.

Lanjut ke topik utama postingan ini, mengenai artikel mengenai aturan polisi melakukan Razia dan di atur dalam PP No 42 Tahun 1993 tentang Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan. Saya langsung saja sedikit mengutip dari e-newspaper kantor berita merah, isinya seperti berikut (daripada saya menuliskan sumber yang salah) :

Definisi pemeriksaan, menurut Pasal 1 angka 2 PP 42/1993, adalah serangkaian tindakan yang dilakukan oleh pemeriksa terhadap pengemudi dan kendaraan bermotor mengenai pemenuhan persyaratan teknis dan laik jalan serta pemenuhan kelengkapan persyaratan administratif.

Dalam Pasal 2 disebutkan, pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan dapat dilakukan oleh Polisi Negara Republik Indonesia (Polri) dan Pegawai Negeri Sipil yang memiliki kualifikasi tertentu di bidang lalu lintas dan angkutan jalan

Petugas yang melakukan pemeriksaan atau razia kendaraan bermotor di jalan harus dilengkapi surat penugasan yang dikeluarkan oleh Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas polisi negara Republik Indonesia dan menteri untuk pemeriksaan yang dilakukan oleh pemeriksa Pegawai Negeri Sipil.

Dalam surat perintah tugas tersebut, sebagaimana yang termuat dalam pasal 14, harus pula memuat beberapa hal sebagai berikut:

a. Alasan dan jenis pemeriksaan.
b. Waktu pemeriksaan.
c. Tempat pemeriksaan.
d. Penanggung jawab dalam pemeriksaan.
e. Daftar petugas pemeriksa.
f. Daftar pejabat penyidik yang ditugaskan selama dalam pemeriksaan.

Dalam PP tersebut juga mensyaratkan semua petugas yang melakukan razia wajib menggunakan pakaian seragam dan atribut yang jelas. Seperti tanda- tanda khusus sebagai petugas pemeriksa dan perlengkapan pemeriksaan. Untuk razia yang dilakukan oleh polisi, maka petugas harus menggunakan seragam dan atribut yang ditetapkan.

Kemudian, sebagaimana yang tercantum dalam pasal 15 ayat 1 sampai 3, disebutkan bahwa pada tempat pemeriksaan wajib dilengkapi dengan tanda yang menunjukkan adanya pemeriksaan kendaraan bermotor. Tanda dimaksud harus ditempatkan pada jarak sekurang-kurangnya 100 meter sebelum tempat pemeriksaan.

Khusus untuk pemeriksaan yang dilakukan pada malam hari, selain harus dilengkapi tanda yang menunjukkan adanya pemeriksaan, petugas juga diwajibkan untuk memasang lampu isyarat bercahaya kuning terang.

Demikian sedikit kutipan yang dapat saya informasikan kepada para pembaca, “semoga aturan yang sudah di buat tidak lagi untuk di langgar, tetapi untuk di patuhi… ”

Tapi tetep saya tetep bertanya :

Jika polisi yang melanggar bagaimana???

  • syarat - syarat razia polisi

4 thoughts on “Aturan Polisi Melakukan Razia

  1. Ya namanya POLISI,,suka2 dia aja,,,makanya banyak orang membenci POLISI.

  2. Sama gua juqa

    Bukan pelayan masyarakat
    Tapi penjajah masyarakat

  3. NEGARA KITA NEGARA HUKUM,,,,,,,,,,,,,,,,,
    TETAPI KENAPA HUKUM DIPERMAINKAN OLEH OKNUM-OKNUM TERTENTU UNTUK MENINDAS ORANG-ORANG YANG TIDAK MENGERTI HUKUM,,,,,,,,,,,???

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge