Ketika pada tanggal 15 Februari 2017 pemerintah menetapkan sebagai hari libur Nasional dikarenakan orang Jakarta dan beberapa daerah di Indonesia sedang sibuk urus Pilkada, kami yang tidak kebagian nyoblos calon pemimpin justru memanfaatkannya dengan menikmati liburan bareng.

Di tengah cuaca yang sebenarnya kurang bersahabat karena beberapa kali hujan turun dengan deras sebelum kami pergi, akhirnya kami memutuskan untuk jalan-jalan ke objek wisata yang dekat dengan tempat tinggal kami, tepatnya di objek wisata kaliurang.

Siapa sih yang tidak kenal dengan kaliurang?? saya rasa hampir semua orang Yogyakarta dan sekitarnya mengenal daerah yang namanya kaliurang. Tapi jika ditanya tentang objek wisata apa saja yang menarik dikunjungi saat ini di wilayah kaliurang? Ehm.. saya rasa tidak semua orang mengetahui ada beberapa objek baru dan menarik di kawasan wisata di utara Yogyakarta ini. (termasuk saya) wkwk.

Jujur, saya yang tinggal dikawasan kaliurang sebenarnya sedikit malu karena hingga saat ini hanya mengetahui objek wisata yang kekunoan alias yang terlalu mainstream di kaliurang seperti “Museum Ulen Sentalu“, “Gardu Pandang Kaliurang“, “Telogo Putri“, “Kali Kuning“, “Museum Gunung Merapi” dan “Taman Kaliurang“.

Namun, liburan pilkada ternyata membukakan mata saya untuk melihat beberapa objek wisata baru yang ada di Kaliurang seperti “Argo Wisata Bhumi Merapi” dan “Stonehenge – The Lost World Heritage“.

Stonehenge The Lost World Heritage

Stonehenge The Lost World Heritage kaliurang

Walaupun saya mengunjungi 2 objek wisata yang bagi saya sendiri baru, namun kali ini saya akan menulis objek wisata yang bernama “Stonehenge” terlebih dahulu.

 

Sejarah Singkat Stonehenge Kaliurang

Objek Wisata Stonehenge yang ada di Kaliurang merupakan salah satu bagian dari objek wisata dengan tema “The Lost World”. Uniknya, Stonehenge/batu gantung yang ada di dusun petung desa kepuharjo kecamatan cangkringan sleman Yogyakarta ini dibuat mirip seperti Stonehenge yang ada di Inggris.

Secara letak geografis, objek wisata “The Lost World” ini berada pada ketinggian 850-900 meter di atas permukaan laut dan memiliki jarak tempuh sekitar 20 km arah utara kota Yogyakarta.

Kehadiran objek wisata ini berawal dari sebuah keprihatinan pasca erupsi merapi 2010, dimana dusun petung menjadi salah satu dusun yang terkena muntahan lava gunung merapi dan awan panas. Atas kejadian tersebut, rumah, harta benda, ternak yang ada di dusun petung rata dengan material lava dan berakibat pada hilangnya mata pencaharian dari sebagian besar warga dusun petung. Warga yang dulunya hidup bertani, kini harus beralih profesi menjadi tukang batu, penambang pasir, dll.

Ironi muncul ketika banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara datang mengunjungi dusun petung untuk melihat langsung dampak erupsi merapi 2010. Hasil sektor wisata yang disebabkan oleh kedatangan wisatawan ke dusun petung belum dapat dinikmati oleh warga sekitar.

Atas dasar keprihatinan tersebut akhirnya warga bersama beberapa pihak mendirikan objek wisata dengan tema “The Lost World” yang bertujuan untuk mensejahterakan dan mengembaikan perekonomian warga, khususnya warga petung dan sekitarnya.

 

Kondisi Stonehenge Kaliurang saat ini

Menurut saya, saat ini objek wisata Stonehenge kaliurang masih belum sepenuhnya selesai. Hal tersebut terlihat dengan masih banyaknya alat berat yang ada di lokasi objek wisata. Selain itu, lahan dan penataan parkir terlihat belum terlalu rapih dan masih banyak kendaraan yang dapat masuk ke dalam area objek wisata. (sayang kan waktu lagi selfie atau foto-foto gitu, eh bocor ada foto mobil/motor di belakangnya. hehe)

Walaupun demikian saya rasa, pihak pengelola dan pengembang objek wisata ini cukup bergerak cepat untuk mengatasi hal ini. Sistem tiketing telah ditetapkan untuk dapat menambah pemasukan warga dan juga mempercepat proses pengembangan objek wisata agar menjadi lebih baik.

 

Harga Tiket dan Jam Kunjung

Tiket masuk stonehenge

Stonehenge The Lost World Heritage kaliurang

Berhubung objek wisata Stonehenge kaliurang ini masih dalam proses pengerjaan, pengelola mematok harga tiket masuk pengunjung seharga Rp. 5000,- per orang untuk sekali masuk. (cukup murah)

Sedangkan jam kunjung objek wisata yang ditetapkan oleh pengelola adalah mulai pukul 07.00 – 17.00 WIB.

 

Kesimpulan

Objek Wisata Stonehenge – The Lost World Heritage yang berada di dusun Petung Cangkringan Sleman ini cukup layak anda kunjungi. Karena objek wisata ini merupakan salah satu objek wisata yang cukup kekinian di Yogyakarta dan anda dapat sedikit bangga karena tidak perlu jauh-jauh terbang ke Inggris untuk bisa melihat Stonehenge.hehe..

Selain itu, di sekitar stonehenge juga terdapat beberapa objek wisata menarik, salah satunya  “The Lost World Castle” (sayang saat ini masih terdapat kontroversi dengan objek wisata ini, sehingga objek wisata ditutup hingga waktu yang belum diketahui pasti).

Narsis Sek..

Stonehenge The Lost World Heritage Kaliurang

 

VLog Kita Di Stonehenge..

error: Content is protected !!