Detik-detik itu terasa semakin dekat..

Aileen Luisa Nathania

Aileen Luisa Nathania

Setelah selama 38 minggu menunggu dan menjalani hari-hari penuh penantian, akhirnya detik-detik penantian panjang itu semakin terasa dekat. Semakin dekatnya waktu ini terasa semakin menegangkan, perasaan semakin campur aduk tidak karuan.

Tanggal 15 maret 2014

[05:15]
Beberapa saat setelah istri saya terbangun untuk buang air kecil, Istri saya membangunkan saya. Dia mengatakan jika ketika buang air kecil bercampur dengan lendir dan darah warna merah.

[05:30]
Istri saya membangunkan ibunya yang juga seorang bidan untuk menanyakan apa yang terjadi. Apakah itu yang namanya flek, atau apakah itu yang namanya cairan ketuban.

[06:00]
Hasil pemeriksaan tampaknya menunjukkan jika “adek” sudah semakin dekat untuk melihat dunia. Setelah ini kondisi masih tenang, masih jalan-jalan keliling kampung sampai dengan pukul 08:30

[08:30]
Bersih-bersih, mandi dan masih santai-santai sambil nonton kartun Conan.

[09:30]
Kondisi badan nyonya sepertinya kurang oke, merasakan kontraksi yang semakin kencang.

[10:00]
Kami memutuskan untuk berangkat ke rumah sakit untuk langsung check in untuk proses persalinan.

[10:30]
Masuk UGD dan kemudian langsung masuk ruang bersalin.

[11:00]
Dicek oleh suster yang sekaligus merangkap tante sendiri. Ternyata sudah masuk bukaan 1,5. Masih menunggu sampai di cek lagi.

[13:00]
Dicek darah, untuk memastikan jika golongan darah nyonya tetap A Rh-

[17:30]
Dicek ulang dan sudah masuk bukaan 3.

[21:00]

Kontraksi terasa semakin sering dan cukup teratur. Semakin dag-dig-dug, karena sudah mendekati 12 jam di rumah sakit.

[22:00]

Sudah 12 jam di rumah sakit, nyonya masih belum terlalu menunjukkan perkembangan yang baik. Masih terjadi kontraksi secara teratur.

Beberapa ibu yang satu ruangan sudah mulai pindah ke ruang bersalin, dan beberapa sudah mulai terdengar suara tangisan bayi baru lahir. Masih terus menanti dan berdoa, semoga adek cepat menyusul dan cepat keluar dari perut nyonya.

Hingga pukul 00:00, sepertinya adek masih belum mau keluar. Kabar baiknya nyonya sudah di pindah ke ruang bersalin.

Tanggal 16 Maret 2014

[00:00]

Nyonya mulai di pindah ke ruang bersalin. Rasanya semakin dekat, semakin dag-dig-dug. Namun hingga jam 00:00, nyonya masih bukaan 5.

[02:00]

Suasana semakin tidak karuan, mata rasanya sangat ngantuk, nyonya semakin merasa sakit, namun belum ada perkembangan yang cukup signifikan, belum ada tanda-tanda adek akan keluar.

[04:00]

Kembali di cek oleh bidan, saat ini posisi sudah masuk bukaan 7/8, suster dan bidan memutuskan untuk siap-siap untuk proses persalinan. Namun sepertinya belum bisa dilakukan persalinan sekarang, karena menunggu tante yang juga bisan di RS tempat kami akan melakukan persalinan. Sambil menunggu tante sampai ke RS, nyonya diberikan suntikan RhoGAM oleh bidan. Suntikan yang harganya lumayan mahal. Hehe.

Nyonya mendapatkan suntikan RhoGAM karena golongan darahnya A Rhesus Negatif

[05:00]

Tante sudah sampai RS dan siap-siap untuk proses bersalin. Semakin tegang, karena semakin dekat dengan keluarnya adek. Mimin berusaha menemani proses persalinan, namun ternyata mimin ga kuat stelah sekitar 10 menit di dalam. Mimin memutuskan untuk keluar dari ruang bersalin untuk sementara sambil menenangkan mental dan batin diri sendiri.

[06:00]

Adek masih belum keluar juga, dari luar terdengar usaha yang tidak berhenti dari nyonya dan para bidan, namun hingga 1 jam proses persalinan di dalam masih belum bisa membuat adek mau keluar. Mimin dan keluarga hanya bisa berdoa dan berharap diberi kemudahan dan kelancaran agar adek cepat keluar.

[06:30]

Mimin mencoba untuk kembali masuk ruang bersalin untuk membantu menyemangati dan menenangkan nyonya.

[06:52]

Puji Tuhan, pada pukul 06:52 adek akhirnya keluar dengan berat badan 3140 gram dan panjang 50cm. Mimin sangat bahagia dan tidak bisa menahan haru karena akhirnya merasakan hal yang sangat luar biasa dalam hidup mimin.

Akhirnya detik-detik penantian panjang buah hati mimin dan keluarga berakhir pada tangga. Selamat datang adek di dunia yang baru.

Tags:

One Response

  1. Aileen di usia sembilan bulan | Stephanus Christiono2 years ago

    […] Hari demi hari telah dilewati, tidak terasa sudah sembilan bulan anak saya lahir di dunia untuk melengkapi keluarga kecil ini. Masih teringat secara jelas diingatan saya, ketika pertama kali kamu lahir pada tanggal 16 maret 2014 pukul 06:52 WIB di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta usai perjuangan yang cukup lama dalam masa persalinan. [baca : detik-detik itu terasa semakin dekat] […]

    Reply

Leave a Reply