ASUS E202, Pilihan Tepat Notebook Bagi Travel Blogger Tetap Produktif dan Kreatif

ASUS E202, Pilihan Tepat Notebook Bagi Travel Blogger Tetap Produktif dan Kreatif

Apakah anda seorang travel blogger? Atau malah seorang yang lebih sering kerja mobile di luar kantor namun tetap dituntut bekerja secara produktif? Coba simak artikel berikut. 

Bagi seorang travel blogger dan seorang yang dituntut bekerja secara produktif dimanapun mereka berada ada kalanya membutuhkan perangkat yang mendukung dan pastinya compact. Salah satu perangkat yang sangat penting dan dibutuhkan adalah Notebook.

Coba kita bayangkan jika kita merupakan seorang travel blogger yang sedang melakukan travelling ke beberapa daerah dalam waktu yang singkat, terus kita membawa laptop yang berukuran besar dan cukup berat di dalam ransel. Kira-kira apa yang akan terjadi?

Kemungkinan pertama, laptop berukuran besar dan berat tersebut akan membebani kita ketika tengah melakukan mobilitas.

Kemungkinan kedua, kita akan mengurangi bawaan yang ada di dalam ransel guna dapat memberikan ruang untuk laptop kita tersebut. Singkatnya, laptop besar akan memakan tempat ketika kita melakukan packing.

Terus bagaimana solusinya?

Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan cara meninggalkan laptop besar kita, kemudian menggantinya dengan perangkat yang lebih kecil dan simple seperti tablet ataupun notebook.

Memilih Notebook Untuk Travel Blogger

Memilih notebook sebenarnya gampang-gampang susah. Namun semuanya kembali dengan kebutuhan. Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan para travel blogger ketika kita hendak memilih notebook:

Desain dan Dimensi layar

Karena sering dibawa bepergian, desain notebook sebaiknya compact namun tetap stylist dan jangan terlalu berat.

Ukuran layar notebook sebaiknya kurang dari 12 inci.

Spesifikasi

Pilihlah notebook dengan spesifikasi yang mumpuni. Maksudnya adalah prosesornya sudah mampu mendukung kegiatan multitasking.

RAM atau memori sendiri sebaiknya minimal 2GB. Sedangkan harddisk ada baiknya cukup besar untuk dapat menyimpan data seperti foto-foto dengan nyaman.

Konektivitas

Agar semakin memaksimalkan kinerja, notebook sebaiknya memiliki konektivitas yang lengkap.

Port-port usb, HDMI, Slot SDCard, koneksi WiFi hingga adanya fitur Bluetooth adakalanya sangat dibutuhkan ketika kita sedang travelling.

Baterai

Salah satu hal terpenting dari sebuah notebook untuk travelling adalah kapasitas baterai yang besar dan tahan lama.

Dengan adanya baterai yang besar, kita tidak akan dipusingkan dengan situasi minimnya tempat pengisian daya listrik.

Memilih notebook sebenarnya gampang-gampang susah. Namun semuanya kembali dengan kebutuhan. Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan para travel blogger ketika kita hendak memilih notebook:

Harga

Harga sering kali menjadi salah satu pertimbangan ketika akan membeli perangkat notebook.

Untuk dapat memiliki notebook yang cukup mumpuni dan cocok untuk travel blogger, cobalah untuk menganggarkan budget sekitar 3-4 juta.

Terus kira-kira notebook apa yang cocok untuk memenuhi kebutuhan para travel blogger seperti di atas?

Menurut saya, ASUS Eeebook E202 bisa menjadi salah satu pertimbangan dan pilihan anda. Desain yang compact dan minimalis yang didukung dengan prosesor intel hemat daya dijamin akan membuat anda semakin produktif dan kreatif dalam menceritakan pengalaman traveling di blog kesayangan.

TENTANG ASUS EeeBook E202

DESAIN COMPACT

mungil dan ringan untuk memudahkan anda dalam bergerak

Bicara soal desain, ASUS EeeBook E202 dirancang untuk berada di sisi Anda, ke manapun Anda pergi.

Dengan hanya memiliki berat 1,21 kg dan dimensi 29.7 x 19.4 x 2.14 cm maka sudah pasti cukup untuk masuk ke dalam tas anda tanpa banyak membuang space.

Uniknya lagi. Ukuran dari Asus EeeBook E202 ini sendiri tidak lebih besar dari selembar kertas ukuran A4.

Walaupun notebook ini terlihat cukup mungil, tapi anda tidak perlu khawatir dengan kapasitas media penyimpanan yang diberikannya. ASUS memberikan dukungan HDD berkapasitas 500GB kepada EeeBook E202. Hal ini membuat anda dapat menyimpan file-file penting dengan nyaman di dalam notebook.

UKURAN LAYAR < 12″ DENGAN TEKNOLOGI ASUS SPLENDID

Sebagai salah satu notebook yang mungil dengan ukuran tidak lebih besar dari kertas A4, ASUS EeeBook E202 memiliki ukuran layar 11.6″ 16:10 WXGA (1366x768). Dengan kata lain, ukuran layar ASUS E202 tidak lebih dari 12 inci.

Walaupun ukurannya kecil, layar ASUS EeeBook E202 ini telah dilengkapi teknologi ASUS Splendid. Pasti sudah tahu tentang teknologi eksklusif milik ASUS yang satu ini bukan?

Ya, teknologi ASUS Splendid merupakan teknologi yang akan memberikan warna layar menjadi lebih jelas dan akurat. Teknologi ini akan memberikan visual yang menakjubkan ketika sedang menonton video dan film serta melihat foto.

Intel Celeron N3050 performance

PERFORMA MANTAP DENGAN PROSESOR INTEL BRASWELL

ASUS EeeBook E202 dilengkapi prosesor Intel® Celeron Intel Celeron Dual-Core N3050, salah satu prosesor dari keluarga prosesor Braswell yang memiliki teknologi 14nm.

Secara performa, kinerja Intel N3050 sendiri lebih baik dari Intel Core i3 dari sisi pemakaian daya. Hal tersebut disebabkan karena menggunakan Tri-gate dan TDP yang tidak lebih dari 6 Watt.

Selain menggunakan prosesor yang mumpuni, ASUS EeeBook E202 juga didukung dengan kartu grafis (GPU) on-board Intel HD Graphics Card dan Memori DDR3L 1600 MHz SDRAM berkapasitas 2 GB / 4 GB.

Dengan spesifikasi tersebut, maka jangan anggap remeh performa ASUS Eeebook E202 ini. Notebook ini cukup mumpuni untuk melahap kegiatan multitasking yang anda lakukan seperti menjelajahi web, menonton video, pengolah kata, dan multitasking sehari-hari sederhana.

INTERFACE PORT CUKUP LENGKAP

Desain notebook yang mungil namun elegan rupanya tidak membuat ASUS EeeBook E202 pelit akan dukungan port. Hal tersebut terbukti dengan hadirnya Beberapa USB Port, sebuah slot MicroSD, sebuah micro HDMI port dan pastinya slot Headphone-out Jack (Audio-in Combo).

Selain itu, ASUS EeeBook E202 juga telah memiliki port USB 3.1 Type C yang memudahkan anda untuk mengisi daya ketika sedang bepergian. Bahkan kabarnya ASUS EeeBook E202 merupakan notebook pertama berukuran 11.6” yang memiliki port USB 3.1 Type C.

Type 3.0

USB PORT

Type 2.0

USB PORT

Headphone

OUTJACK AUDIO COMBO

HDMI

MICRO PORT

Type C

USB 3.1 PORT

MicroSD

READER

BATERAI TAHAN LAMA

Daya tahan baterai merupakan salah satu keunggulan yang dimiliki oleh ASUS EeeBook E202.

Dukungan prosesor N3050 dan baterai Polymer 3 Cells 48 Whrs benar-benar membuat notebook ini mampu bertahan selama 8 jam.

Keunggulan lain dari baterai ASUS EeeBook E202 adalah  dapat diisi ulang dengan cepat menggunakan port USB 3.1 Type C. 

Port USB 3.1 TypeC sendiri sangat menghemat waktu, karena USB dapat dicolok dengan berbagai arah dengan colokan reversible setiap saatnya dan kecepatan transfer USB 3.1 ini lebih cepat 11x dibandingkan USB 2.0.

Dengan daya tahan baterai dan keunggulan yang dimilikinya tersebut, maka anda tidak perlu khawatir untuk kehabisan baterai notebook saat sedang bekerja di sela-sela traveling.

TOUCHPAD INTUITIF

Touchpad Asus EeeBook E202 sangat nyaman untuk disentuh. Ukuran touchpadnya sendiri 36% lebih besar dibandingkan dengan notebook berukuran 11.6 inci lainnya.

Untuk membuat penggunanya lebih nyaman, ASUS menggunakan teknologi Smart Gesture sehingga ASUS EeeBook E202 mampu merespon sentuhan dengan sensitifitas tinggi dan pastinya akurat.

KEYBOARD NYAMAN

dengan desain one-piece chiclet keyboard

Ketika kita bekerja menggunakan notebook/laptop/PC pasti kita akan menyentuh yang namanya keyboard. Kenyamanan keyboard akan membuat penggunanya semakin senang berlama-lama dengan pekerjaan yang sedang dilakukannya.

ASUS EeeBook E202 dilengkapi desain one-piece chiclet keyboard dengan jarak tiap tuts sebesar 1,6 mm. hasilnya, keyboard ASUS Eeebook E202 akan memberikan nuansa solid dan pengalaman yang lebih nyaman, bahkan untuk sesu mengetik marathon.

FANLESS DESIGN

Notebook/laptop yang berisik ketika digunakan? Ya, mungkin itu karena notebook/perangkat yang anda gunakan belum menggunakan desain tanpa kipas seperti yang digunakan oleh ASUS EeeBook E202.

Dengan desain tanpa kipas yang ada pada ASUS EeeBook E202, anda akan membuat tingkat kebisingan menjadi turun. Bahkan akan membuat keaadaan menjadi cukup ideal saat anda ingin mengerjakan sesuatu di perpustakaan tanpa ingin mengganggu orang-orang di sekitar anda.

JARINGAN WIFI TERBARU 802.11ac

Anda sering bermasalah dengan koneksi WiFi yang ada pada notebook/laptop? Jangan khawatir karena dengan ASUS EeeBook E202 anda akan dapat terhubung lebih cepat dan lebih jauh ketika menggunakan akses WiFi.

Dukungan teknologi 802.11ac Wi-Fi yang ada pada ASUS Eeebook E202 memungkinkan anda berselancar di internet, mendownload file atau streaming video tiga kali lebih cepat dari perangkat yang masih menggunakan teknologi jaringan 802.11n.

SPEAKER HANDAL DAN MENGAGUMKAN

Kehandalan speaker dari ASUS EeeBook E202 sepertinya tidak perlu diragukan. Notebook ini memiliki dua speaker berkualitas tinggi menghadap depan yang terletak di bawah palm rest yang dirancang untuk mengarahkan suara ke arah Anda untuk membawa video dan musik lebih dalam ke kehidupan Anda.

Selain itu, ASUS EeeBook E202 juga dilengkapi dengan dukungan teknologi ASUS Sonic Master. Dengan adanya teknologi ini, suara semakin jernih dan mengagumkan, bahkan ketika berada pada pengaturan volume maksimal.

4 PILIHAN WARNA 

Anda senang dengan notebook dengan warna Putih, Merah, Biru atau mungkin Hitam? Jika ia, maka anda tepat jika memasukkan ASUS Eeebook E202 sebagai pilihan.

ASUS Eeebook E202 memiliki empat warna ekspresif seperti Silk White, Dark Blue, Thunder Blue dan Rouge. Keempat warna tersebut benar-benar membuat ASUS Eeebook E202 semakin menawan dan elegan.

2 PILIHAN SISTEM OPERASI

ASUS EeeBook E202 dijual dalam 2 pilihan sistem operasi, yakni DOS dan Windows 10.

DOS

Windows 10

HARGA TERJANGKAU

Harga merupakan salah satu hal yang paling penting dalam memilih sebuah perangkat seperti Notebook.

Jika anda saat ini ingin membeli notebook untuk travelling dengan desain mungil namun performanya cukup baik dan hanya memiliki budget dana sekitar 3-4 juta, maka saya rasa ASUS Eebook E202 merupakan pilihan yang tepat.

Seperti yang ada pada situs resmi ASUS Indonesia, ASUS EeeBook E202 dipatok dengan harga Rp. 3.249.000,-. Menurut saya harga tersebut cukup terjangkau bagi kantong dan juga semua kalangan.

Harga

Rp. 3.249.000

SPESIFIKASI LENGKAP

KESIMPULAN

ASUS EeeBook E202 merupakan salah satu pilihan yang tepat bagi seorang travel blogger.

Selain memenuhi kriteria yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan secara mobile. Notebook ini juga performanya sangat baik karena didukung oleh teknologi terbaru, bahkan menjadi yang terdepan di kelasnya.

Secara ukuran, ASUS EeeBook E202 tidak akan banyak memakan tempat ketika kita melakukan packing.

Yang terpenting, harga dari Notebook ASUS EeeBook E202 ini juga sangat terjangkau dan tidak membuat kantong bolong.

Masih bingung cari Notebook harga terjangkau dengan performa mantap dan enak dibawa travelling?

ASUS EeeBook E202 Pilihan Tepat Agar Tetap Produktif & Kreatif

Blog Competition ASUS E202 by uniekkaswarganti.com

Cara Mudah Mengembalikan Data Yang Sudah Terformat

Cara Mudah Mengembalikan Data Yang Sudah Terformat

Apakah kamu pernah mengalami kejadian kehilangan data pada Hard disk atau Flash Disk? Atau mungkin kamu tidak sengaja menghapus file penting yang ada di media penyimpanan tersebut??

Jika kamu mengalami kejadian seperti yang saya sebutkan di atas, tidak perlu panik. Kamu cukup meratapi nasib saja.. haha.. Bercanda lho… Banyak kok cara mengembalikan data yang sudah terformat.

***

Kejadian kehilangan data yang penting memang sering membuat kita panik, bahkan membuat sedikit stress karena laju darah ke otak sedikit tersendat.. Banyak cara dilakukan untuk dapat mengembalikan data yang hilang tersebut. Salah satunya mungkin dengan menggunakan aplikasi recovery data.

Bagi kamu yang memiliki background IT atau melek IT, banyak aplikasi yang dapat digunakan untuk mengembalikan data yang telah hilang karena terhapus ataupun terformat. Namun pernahkah anda menyadari jika kesalahan memilih software aplikasi akan membuat data yang telah hilang tersebut sulit untuk dikembalikan seperti sebelumnya?

Ya, hal tersebut yang pernah saya alami beberapa saat lalu.

Aplikasi Recovery Data

Recuva Recovery

Singkat cerita, pada akhir tahun lalu saya sempat dihubungi oleh rekan kerja yang mengatakan jika salah satu staf atau rekannya secara tidak sengaja memformat data yang ada pada drive selain drive C: pada saat melakukan install ulang PC. Nah, setelah mengetahui drive yang terformat salah, maka rekan saya tersebut mencoba untuk mengembalikan data-data penting yang terformat dengan beberapa aplikasi seperti Recuva dan Get Data Back.

Bagi saya, hal yang dilakukan oleh rekan saya tersebut sebenarnya tidak salah, namun kurang tepat dan bijak.. haha..

Kenapa?

Menurut saya, untuk mengembalikan data kita harusnya memiliki aplikasi yang terpercaya dan dapat diandalkan. Yang pastinya selain itu, pernah kita coba kehandalannya. Hehe.. Selain itu, saya menganggap jika mengembalikan data dengan aplikasi Recuva dan Get Data Back bukan hal yang saya rekomendasikan.

Aplikasi Recovery Data

Aplikasi Get Data Back

 

Jujur, berdasarkan pengalaman yang saya alami, kedua aplikasi yang saya sebutkan di atas memang bisa mengembalikan data yang sudah dihapus atau terformat. Namun, hasilnya setelah di recovery bagaimana? Apakah nama file dan Folder yang terhapus kembali seperti sebelum terformat/terhapus? Saya rasa tidak.. hehe.. (ga tau kalau yang versi terbaru)

Selain alasan tersebut, saya berasumsi jika untuk mengembalikan data dengan cara recovery itu jangan dilakukan berkali-kali (dalam hal ini dilakukan 2kali dengan menggunakan 2 aplikasi) karena akan merusak struktur file asli sebelum direcovery/sebelum terformat. Udah gagal, folder kembali tapi acak-acakan, eh di recovery pake software yang sama-sama mengacak-acak lokasi file dan folder.. Piye kui perasaane?? Hehe..

Kalo menggunakan aplikasi Recuva dan Get Data Back kurang tepat, terus harusnya gimana?

Sesuai dengan pengalaman yang saya miliki dan alami. Untuk mengembalikan data yang terhapus/terformat saya menggunakan aplikasi bernama EASUS DATA RECOVERY WIZARD

 

Easus Data Recovery Wizard

Bukan tanpa alasan saya memilih menggunakan aplikasi ini. Bagi saya, aplikasi ini merupakan software yang telah berjasa menyelamatkan banyak data penting yang pernah saya format dan tidak sengaja saya hilangkan.. hehe.

Aplikasi ini memiliki 2 pilihan yaitu yang versi Free dan versi Pro. Kalau mau powerfull ya coba cari dan gunakan yang versi Pro ya..

Easus Data Recovery Wizard Pro

Easus Data Recovery Wizard Pro

 

Itu aplikasi yang saya gunakan saat ini. Versi jadul tapi tetap powerfull..

Keunggulan Aplikasi Easus Data Recovery Wizard

  • Mudah digunakan
  • Terdapat 3 pilihan recovery mode : Deleted File Recovery; Complete Recovery; Partition Recovery.
Aplikasi Recovery Data

Mode Pilihan Easus Data Recovery

  • File yang hilang dapat dengan mudah terlihat dan dapat dipilih sesuai dengan keinginan.

  • Hasil file yang direcovery memiliki struktur folder dan file sama seperti sebelum terformat/terhapus.

 

Cara Penggunaan Aplikasi Easus Data Recovery Wizard

Sebagaimana yang saya katakan sebelumnya jika aplikasi Easus Data Recovery Wizard ini mudah digunakan, maka saya akan memberikan langkah cara penggunaan dari aplikasi ini.

Secara umum, langkah penggunaan aplikasi Easus Data Recovery Wizard ada tiga:

  1. Pilih Aplikasi Easus Data Recovery Wizard yang sudah di install sebelumya.
  2. Lakukan Scanning (tapi sebelumnya pilih dulu mode recovery yang diinginkan)
  3. Lakukan Recovery/Pengembalian data

Gimana? Cukup mudah kan cara penggunaannya. Saya yakin, sekali coba aplikasi ini pasti anda ketagihan  untuk mengandalkannya di kemudian hari. Hehe..

 

Dimana saya bisa mendapatkan Aplikasi ini?

Mungkin masih ada yang bertanya, dimana saya bisa mendapatkan aplikasi Easus Data Recovery Wizard ini?

Jika kamu seorang yang cukup jeli dalam membaca artikel ini, sebenarnya saya telah memberikan informasinya. Hehe.. Tapi karena saya baik hati, maka saya akan memberikan link download aplikasinya deh.. (silakan di klik saja tombol yang ada di bawah ini…

 

DOWNLOAD LINK

 

***

Mungkin informasi dan sedikit tutorial tentang Cara Mudah Mengembalikan Data Yang Sudah Terformat saya sudahi dulu sampai di sini.. Jika ada pertanyaan bisa tuliskan di kolom komentar.

Jika suka dan ingin membagikan informasi ini juga saya ijinkan dengan senang hati. Tapi jangan sekali-kali copas mentah-mentah tulisan  saya ini ya.. Nanti saya fentung kamu.. haha..

Salam,

@stchristiono | 2017

***

 

 

Akhirnya Kami Beli Leather Case Canon G7X

Akhirnya Kami Beli Leather Case Canon G7X

Setelah pada bulan Februari 2017 lalu saya membeli kamera Canon G7X mark I untuk menggantikan posisi Sony Nex 5 yang sudah 5 tahun setia menemani perjalanan hidup saya, maka pada minggu ini (tepatnya tanggal 15 Maret 2017) saya mencoba untuk melengkapi Canon G7X dengan sarung kulit biar lebih aman. hehe..

Sebenarnya saya sudah memiliki sarung kamera untuk G7X, namun karena beberapa hal maka saya dan istri saya memutuskan untuk melengkapinya dengan sarung kulit. Yang pasti alasan utama kami membeli leather case ini bukan cuma untuk mempercantik si Canon G7X, namun lebih untuk melindungi body camera dan juga membuat kamera terasa lebih kokoh dan berat saat di pegang. (sebelumnya istri saya bilang jika kurang nyaman di pegang karena terlalu ringan G7Xnya.. secara dibandingin sama pegangan Sony Nex 5.. pasti kerasa ringan.. haha)

 

Awal Pencarian

Pencarian sarung kulit Canon G7X Mark I yang saya miliki saat ini sebenarnya cukup panjang dan hampir berlangsung selama 1 bulan. Bahkan saya sempat berfikir untuk tidak akan mencari aksesoris tambahan untuk kamera baru saya tersebut. Namun karena saya dan istri saya merasa perlu, maka mau tidak mau saya melanjutkan pencarian untuk leather case Canon G7X.

Oke, setelah berdiskusi untuk mencari leather case canon G7X, akhirnya saya lanjut surfing dan searching di beberapa toko online. Jujur, saya sebenarnya lebih suka belanja online soalnya, khususnya di tokopedia dan bukalapak. hehe..

Tokopedia MeetUp University - IKIS (15-10-2016)

Setelah cari-cari di beberapa toko online, saya merasa jika leather case Canon G7X Mark I yang saya miliki merupakan salah satu produk yang sulit ditemukan. Kenapa?? Karena sejak kehadiran Canon G7X Mark II di tahun 2016 lalu, Canon G7X Mark I menjadi tergeser keberadaannya dan akhirnya menjadikannya sebagai salah satu produk Canon yang langka di pasaran.

Kelangkaan dari produk Canon G7X mark I cukup membuat saya kesulitan mencari leather casenya. Saya sempat menemukan leather case Canon G7X yang kami inginkan, namun ternyata barangnya harus dikirim dari Luar Negeri dan diperlukan estimasi waktu yang cukup lama untuk bisa kami terima dan gunakan.

Beberapa kali mencoba mencari, akhirnya saya menemukan satu lapak dengan nama Koolit. Kebetulan lapak tersebut ada memiliki stok leather case Canon G7X Mark I yang bisa langsung dikirim via ekspedisi.

Tanpa pikir panjang, akhirnya saya menanyakan dan meyakinkan kembali kepada istri saya apakah masih mau untuk membeli leather case Canon G7X. Dan akhirnya ia mengatakan mau.

Karena sudah ada deal dengan istri, akhirnya saya PM lah si penjual dan melakukan beberapa negosiasi.

 

Proses Transaksi

Proses transaksi pembelian leather case Canon G7X mark I ini dapat saya bilang cukup cepat. Saya hanya menanyakan beberapa hal utama kepada penjual seperti apakah barang ready stock, harga masih bisa nego dan juga kelengkapan dari produk.

Sebagai informasi, leather case untuk canon G7X mark I yang dijual oleh Koolit.co ada tiga pilihan warna yaitu Chestnut Brown, Onyx Black dan Windsor Tan. Selain tiga pilihan warna yang diberikan, kita juga akan mendapatkan kelengkapan berupa 1 half dan full case kulit serta 1 strap kulit.

Melihat beberapa pilihan tersebut, akhirnya kami memilih untuk membeli leather case dengan warna Chestnut Brown. Pilihan warna tersebut kami pilih karena berada di tengah-tengah. Tidak terlalu gelap seperti Onyx Black dan juga tidak terlalu terang seperti Windsor Tan.

Setelah kami memilih dan setuju dengan apa yang diberikan oleh penjual akhirnya kami kami melanjutkan proses transaksi online dengan melakukan pembayaran.

 

Barang Sampai Di Tangan

Setelah melakukan proses order, maka kami cuma tinggal menunggu barang dikirim oleh penjual dan juga didistribusikan oleh kurir (saya pilih pakai JNE Reg).

Sesuai dengan estimasi waktu pengiriman lewat ekspedisi JNE Reg, akhirnya Leather Case Canon G7X Mark I sampai di tangan kami pada hari Sabtu (18/03/2017) siang.

Dapat barang baru yang cukup langka membuat saya menjadi tidak sabar untuk membuka paket kirimannya. Haha.. Karena cukup excited dengan barang pesanan yang sudah sampai, saya tidak membuang banyak waktu untuk membukanya.

Walaupun ingin segera melihat leather case Canon G7X yang kami beli, saya tetap berusaha untuk mengabadikannya dalam bentuk Vlog. Oh iya, Vlog tentang Unboxing Leather Case Canon G7X bisa di lihat di Channel YouTube saya ya.. hehe

 

Sedikit Review

Setelah barang kami terima, saya mencoba untuk memberikan sedikit review. Berikut ini ulasannya.

Packing

Menurut saya, Packing yang dilakukan oleh Koolit cukup baik dan sangat rapih. Walaupun dari luar dibungkus oleh kertas kado warna coklat biasa, namun ketika kita buka, kita akan menemukan sebuah kotak lagi yang dibungkus rapih dengan plastik. Sebagai tambahan info, kotak yang dibungkus tersebut terlihat seperti kotak Smartphone Xiaomi dengan tambahan logo Toko Koolit dan informasi toko. (pokoknya kesan positif saya dapat dari cara Koolit.co packing produknya)

Kelengkapan

Setelah saya buka kotak kemasan, saya akhirnya menemukan isinya yang berupa 1 Camera Bag Leather Case Canon G7X Mark I berwarna Chestnut Brown, dan 1 strap. (sudah itu saja, tidak ada yang namanya kartu garansi pokoknya.. haha)

Leather Case Canon G7X - Box Package

Intinya, kelengkapannya sesuai dengan apa yang tertulis pada informasi produk yang saya pesan sebelumnya.

Tampilan Fisik

Secara tampilan fisik, leather case ini terlihat cukup kokoh dan juga solid. Pada bagian depan, terlihat sedikit menonjol untuk tempat lensa.

Leather Case Canon G7X - Front

Di Bagian bawah, terdapat dua kancing dan 1 mounting untuk tripod yang cukup keren dengan warna sedikit emas membuat leather case ini terlihat semakin keren dan gagah.

Leather Case Canon G7X - bottom

Di kedua sisi leather case, terdapat tempat untuk mengkaitkan strap.

Leather Case Canon G7X - Side

Sedangkan jika kita melihat bagian belakang, sepintas kita akan terlihat seperti dompet.

Leather Case Canon G7X-Back

Puas dengan tampilan awal dari leather case, selanjutnya saya membuka kancing camera bagnya. Di sana saya menemukan Half Case dan juga strap. Jika sudah dibuka semua maka akan terlihat seperti berikut:

Leather Case Canon G7X - Strap

Karena leather case ini memang diproduksi untuk Canon G7X Mark I, maka ada sedikit perbedaan dengan Canon G7X Mark II. Walaupun menurut saya, sekilas perbedaannya hanya terdapat di bagian depan half case. Di mana half case Canon G7X Mark I rata, tidak ada tonjolan seperti yang ada pada Canon G7X Mark II..

Itu menurut saya lho ya.. karena saya belum pernah pegang yang Mark II (belum punya kameranya juga soalnya.. hehe)

 

Kesimpulan

Menurut saya, leather case ini cukup baik secara kualitas. Terlihat kokoh dan solid. Setelah dicoba untuk dipasang dengan body camera, terlihat sedikit kurang presisi (sedikit sekali), tapi bukan berarti tidak cocok ya..

Leather case yang menempel di Body Canon G7X yang kami miliki ini ternyata sesuai dengan ekspektasi sebelumnya, dimana akan mempu melindungi body dan juga membuat kamera terasa lebih berat. Selain itu, kamera terlihat semakin ganteng.. wkwk..

Walaupun demikian, leather case Canon G7X ini memiliki beberapa kekurangan (menurut pendapat pribadi):

  • Ribet kalo mau foto karena harus copot full case dulu
  • Jika mau ganti Baterai, kita harus lepas dulu half casenya

Sepertinya cuma dua hal tersebut kekurangan yang ada di Leather Case Canon G7X Mark I.. Selebihnya “OK”.

Kalo ada yang mau cari leather case untuk kamera seperti saya, silakan coba tanya dan cek akunnya Koolit saja. Siapa tau stoknya tersedia.. Penjualnya bisa dipercaya dan pelayanannya cukup oke.. hehe..

 

***

@stchristiono | 2017

***

Moodle Resmi Rilis Versi 3.2.2, Kamu Sekarang Pakai Versi Berapa??

Moodle Resmi Rilis Versi 3.2.2, Kamu Sekarang Pakai Versi Berapa??

Hallo para pengguna situs e-learning Moodle. Apa kabar dengan versi moodle yang kamu gunakan?? hehe..

Tidak terasa, ternyata saya sudah terlalu lama tidak update informasi tentang salah satu LMS yang bernama Moodle.

Moodle

***

Ceritanya gini deh..

Malam ini (15/3/2017), saya iseng blogwalking (eh salah..) maksudnya surfing ke situs moodle.org untuk sekedar mengecek kabar LMS yang paling terkenal dan banyak digunakan oleh user di Indonesia. Ternyata, saya melihat informasi yang cukup membuat saya terkejut.. Wow gitu lah.. (lebay tenan bahasane)

Tau kenapa??

Karena ternyata sekarang versi moodle sudah sampai ke 3.2.2.. (ya ampun). Padahal sehari-hari saya selalu membuka dan mengadmini LMS Moodle yang versinya masih 2.2.3. Lawas banget to?? Po ora isin neq ngene?? mungkin kalo ada temen saya yang ngeledek dia akan bilang gini.. “kemana aja min?? wkwk”

Moodle 3.2.2 Download

 

Ah sabodo teuing” kalo kata bobotoh mah.. karena yang tanya gitu dia ga tau kesulitan apa yang saya alami dengan proses migrasi Moodle.. (huhuhu..sedih rasanya kalo mengingat ini.. tekanan batin..)

Oke lanjut..

Dari situs moodle.org yang saya buka malam ini, saya menjadi mengerti jika perkembangan LMS moodle sangat cepat dan juga pesat.

Saya menggunakan moodle versi 2.2.3 mulai tahun 2012. Namun karena perkembangan moodle yang cepat tersebut, versi moodle yang saya gunakan tidak berlangsung lama. Begitu pula dengan dukungan support yang diberikan oleh para developer.

Hal paling signifikan yang saya rasakan adalah ketika moodle versi 2.4 yang tidak lama dilanjutkan oleh versi 2.5 mulai rilis. Di mana perubahan user interface yang cukup memudahkan penggunanya membuat moodle versi 2.2.3 yang saya gunakan menjadi terlihat cukup kaku dan kurang menarik. Ya, Itulah kenyataan pahit yang harus saya hadapi.

Saya kurang mengerti juga terkait tentang standar ataupun jadwal rilis dari moodle yang kesannya memang cukup cepat. Namun seingat saya, saat ini moodle 2.5 sudah tidak akan di support oleh para developer. Mau tau kenapa?? Ya, intinya sama seperti apa yang saya alami saat ini, dimana saya masih menggunakan moodle versi 2.2.3.

Tapi walaupun tidak mendapatkan support, namun para pengguna moodle versi lawas tidak perlu khawatir karena moodle yang sudah kita install masih bisa digunakan. Permasalahan biasanya datang ketika kita ingin mencoba fitur-fitur baru maupun menambahkan plugin. Biasanya moodle kita tidak kebagian kue alias ga kebagian jatah.

Coba saja lihat dan perhatikan gambar berikut:

Release current moodle

Tabel support dan release Moodle

 

Jika melihat pada grafik yang ada pada situs moodle.org, versi moodle terendah yang masih di support hingga pertengahan tahun 2017 ini adalah versi 2.7. Namun demikian, jika kamu merupakan pengguna moodle versi 2.9, kamu jangan terlalu senang karena versi yang kamu gunakan sebetulnya sudah dihentikan dukungannya sejak akhir tahun 2016 lalu. Hehe.. (koyo HP wae yo.. anyar tapi kadang kalah karo sing lawas.. hehe)

Terus gimana donk? kalau sekarang baru mau menggunakan dan menginstall LMS Moodle, lebih baik pilih versi berapa??

Ehm.. pertanyaan dari diri sendiri yang cukup cerdas… wkwk.. (koyo wong edan wae, takon kok dijawab dewe)

Jadi, menurut saya.. Jika melihat pada tabel support yang dirilis oleh Moodle, seharusnya yang masih cukup panjang nyawanya adalah versi 3.1 karena masih sampai tahun 2019. Selanjutnya di susul oleh versi 3.3 yang rencananya baru akan dirilis pada bulan Mei 2017.

Tapi, yakin ga kamu mau pilih versi 3.1 atau menunggu hadirnya versi 3.3 tersebut??

Nah, kalo ini masalah pilihan  saja.. kalo buat saya sendiri untuk memilih versi moodle yang akan digunakan lebih kepada pertimbangan support dan syarat yang diminta oleh Moodle sendiri terhadap versi yang dirilisnya. Lha, sekarang kalo kita download moodle versi 3.2.2, tapi ternyata server yang kita gunakan ga support mau apa?? bisa di pakai ga itu LMS yang udah di download?? Ga logis kan?? yang ada cuma “Zonk”.. wkwk..

CenTOS

Sebagai informasi saja, Moodle versi 3.2.2 yang baru saja di rilis tanggal 13 Maret 2017 membutuhkan ini: PHP 5.6.5, MariaDB 5.5.31 or MySQL 5.5.31 or Postgres 9.1 or MSSQL 2008 or Oracle 10.2. Sementara, server yang kita miliki sudah di install dengan OS CentOS 6 yang ternyata mensupport Apache 2.2.3 and PHP 5.1.6. 

Kalau seperti ini, maka ada kemungkinan kita harus menginstall ulang OS yang digunakan atau mungkin melakukan upgrade PHP terlebih dahulu. Jadi jangan kaget kalo waktu proses instalasi Moodle tidak akan selancar yang diharapkan.

Jadi pesan saya, jangan mudah terpengaruh dengan kedatangan versi baru dari Moodle. Selain itu, jangan lupa untuk backup data jika kamu mau upgrade.. haha (padahal saya sendiri belum tahu caranya upgrade dari versi lama ke versi baru)

Semoga yang saya tulis ini cukup memberi pencerahan buat yang bingung milih versi moodle. Jika kamu mau mencari atau mengunduh versi terbaru dari Moodle, silakan kunjungi alamat https://download.moodle.org/releases/latest. Kalau mau tau lebih lanjut tentang moodle, kamu juga bisa join di komunitas moodle indonesia. Banyak masalah dan juga jawaban yang akan kita temukan di sana.

Kalau mau tanya-tanya tentang moodle, atau mungkin request tips-tips untuk dituliskan boleh juga lewat fasilitas komentar di bawah sini.. Selama saya bisa, saya akan dengan senang hati untuk membantu.. 😀

***

Follow IG; Twitter; FB; Flickr @stchristiono

***

Gramblr, Aplikasi Untuk Upload Foto Ke Instagram Menggunakan PC

Gramblr, Aplikasi Untuk Upload Foto Ke Instagram Menggunakan PC

Apakah kamu merupakan salah seorang yang suka narsis atau suka foto-foto?? Jika ia, apakah kamu mengenal aplikasi Instagram? Pasti tau kan??

Ehm.. saya kok malah merasa aneh ya jika di tahun 2017 masih ada tidak mengenal aplikasi Instagram. Oke lah, kalaupun tidak mengenal, tapi saya yakin pasti kamu pernah mendengar tentang aplikasi ini. (setidaknya ketika kamu baca tulisan ini.. hehe).

Instagram image

Instagram

Sebagai informasi singkat bagi yang belum tahu atau baru pertama kali mendengar aplikasi yang bernama Instagram. Instagram merupakan salah satu aplikasi populer yang digunakan untuk berbagi foto. Dengan menggunakan aplikasi ini pengguna dapat mengambil foto, menerapkan filter digital dan kemudian membagikannya ke berbagai layanan jejaring sosial.

Aplikasi Instagram sendiri identik dengan aplikasi smartphone dan dapat diinstall pada smartphone berbasis Android, iOS dan juga Windows Phone. Pada tahun 2012 lalu (tepatnya tanggal 9 april 2012), Instagram sudah diakuisisi oleh om Mark Zuckerberg aka yang punya Facebook senilai $1 miliar (ngeri ora kui regane).

Gimana?? sekarang kamu sudah tau apa itu aplikasi Instagram bukan.. kita lanjut ya..

Instagram

My Instagram

Saya mau tanya lagi.. (mimin kebanyakan tanya ya.. hehe)

Apakah sebagai pengguna Instagram, kamu sering kesulitan ketika ingin mengunggah foto menggunakan PC?

Saya rasa banyak pengguna Instagram yang merasakan dan berfikiran seperti yang saya tanyakan tersebut. Bahkan banyak yang menantikan kehadiran aplikasi Instagram untuk PC. Bener ga?? hayo ngaku..

Berdasarkan pengalaman yang saya alami. mengunggah foto di media sosial menggunakan PC cukup membantu ketimbang harus menggunakan smartphone yang dimiliki. Apalagi kalo kamera smartphonenya kaya punya saya (microsoft lumia 640 yang kameranya bermasalah). Ga akan puas dan butuh mikir dulu kalo upload foto ke media sosial lewat smartphone.

Atas pengalaman tersebut, saya berusaha untuk mencari aplikasi berbagi foto khususnya berkaitan dengan Instagram tapi bisa digunakan melalui PC. Akhirnya saya menemukan satu aplikasi yang bernama Gramblr.

Gramblr

Jika dibandingkan dengan Instagram, saya merasa ketenaran Gramblr masih kalah jauh. Bahkan mungkin masih banyak yang belum tau tentang aplikasi ini.

Gramblr Image

Gramblr

Sebagai informasi sebagaimana dituliskan di situs resminya http://gramblr.com/gramblr mengklaim jika mereka merupakan satu-satunya aplikasi upload Foto ke Instagram melalui PC. “The one and only PC to Instagram Uploader“. Kok mereka sombong betul ya.. haha.. Tapi emang kenyataannya seperti itu dan saya juga merasa begitu.. hehe..

Support OS

Aplikasi Gramblr ini dapat mendukung sistem operasi komputer berbasis Mac OS dan Windows.

Cara Kerja Gramblr

Karena merupakan aplikasi yang dapat di install pada PC kita, maka saya rasa penggunaannya pun cukup mudah dan tidak berbeda jauh dengan apa yang biasa kita lakukan pada aplikasi Instagram di smartphone.

Gramblr

Test Upload using Gramblr

Berikut ini cara kerja dari aplikasi Gramblr:

  1. Kita akan diminta untuk login ke akun instagram kita.
  2. Kemudian kita unggah foto yang diinginkan (select your media)
  3. Lakukan crop/pemotongan/penyesuaian ukuran foto
  4. Pilih filter jika dibutuhkan (apply some filter)
  5. Tulis Caption dan tag orang/teman yang diinginkan kemudian upload dengan memilih Send (write a caption and send)

Setelah melakukan 5 langkah tersebut, saya jamin foto anda akan nangkring di akun instagram anda. Hehe.. (tapi jangan lupa aplikasi Gramblrnya di Install dulu)

Link Download Aplikasi

Untuk mengunduh aplikasi Gramblr ini, kamu cukup mengunjungi situs resminya di http://gramblr.com

Jika kamu merupakan pengguna sistem operasi Mac OS X, silakan kamu mengunduh aplikasi gramblr melalui link berikut:

http://gramblr.com/gramblr2_osx.dmg

Sedangkan jika kamu merupakan pengguna sistem operasi Windows 7, 8, 8.1 atau 10, silakan mengunduhnya dari link berikut:

http://gramblr.com/uploader/#

Jika terdapat masalah dan kurang kompatibel. kamu juga bisa mengunduh versi lama dari aplikasi gramblr melalui link berikut:

Windows : Download Old Version Here!
Mac OS X : Download Old Version Here!

***

Gimana? info yang saya berikan ini membantu mengatasi kegalauan para pengguna Instagram yang ingin mengunggah foto menggunakan PC ga??

Kalau kamu berhasil dan suka dengan aplikasi Gramblr, boleh donk follow instagram saya di @stchristionoKalau saya merasa suka dan mengenal kamu, biasanya akan langsung saya Follback.. Tapi kalau saya merasa kamu follow saya untuk kepentingan spam, maka kemungkinan saya akan pending request kamu dalam waktu yang belum ditentukan.. hehe..

Semoga bermanfaat ya..

Akhirnya Saya Pilih Canon PowerShoot G7X

Akhirnya Saya Pilih Canon PowerShoot G7X

Setelah cukup lama menggunakan kamera Mirrorless Sony Nex 5, akhirnya pada akhir bulan Januari lalu saya memilih untuk mencari kamera baru yang cocok dengan kebutuhan dan budget yang saya miliki.

Sony Nex 5 with SEL 16mm

My Sony Nex 5

Sebelum saya lanjut ke kamera yang akhirnya saya pilih, saya mau cerita sedikit tentang kamera Sony Nex 5 yang hampir 5 tahun menemani saya untuk mengabadikan moment-moment penting dalam kehidupan saya. Saya sudah menggunakan kamera Sony Nex 5 sejak tahun 2012. Sony Nex 5 yang saya gunakan tersebut bahkan merupakan kamera mirrorless generasi pertama yang di miliki oleh Sony.

Sony Nex 5 sendiri menurut saya salah satu kamera yang cukup baik dikelasnya. Cukup nyaman dan simple. Namun karena saya sendiri sudah terlalu malas untuk menggunakan kamera yang memiliki lensa cukup banyak, maka akhirnya belakangan ini saya putuskan untuk mencari kamera yang lebih mudah dibawa kemana-mana alias compact plus cukup powerfull kalau dipakai untuk vlogging.

Dalam mencari kamera, kembali saya dihadapkan kepada banyak pilihan yang sulit. Ibarat mencari jodoh lah. Masing-masing brand dan tipe produk memiliki kekurangan dan kelebihan sendiri. Untuk semakin menyempitkan pilihan, maka saya memberikan beberapa batasan seperti budget, brand kamera, fliped kamera, fasilitas NFC-WiFi hingga tipe dan luasan lensa.

Dari beberapa batasan yang saya tentukan tersebut akhirnya muncullah beberapa produk yang cukup memikat dan membuat galau.

Produk pertama, Sony Cybershoot DSC WX500

Image result for sony wx500

Karena sebelumnya saya terbiasa dengan kamera besutan Sony, maka saya mencari kamera dari Sony. Kamera pertama Sony yang masuk ke dalam list pertimbangan saya adalah Sony Cybershoot DSC WX500.

Kamera dengan resolusi 18 MP ini dijual pada kisaran harga Rp. 4 jutaan dan masuk dalam budget yang saya tentukan. Selain itu, urusan layar Fliped, dan fasilitas NFC+WiFi, kamera ini juga sudah memilikinya. Cukup menarik dan memikat sebenarnya, apalagi setelah saya coba melihat review dari beberapa sumber. Lensa Zoom yang dimilikinya luar biasa bos, bisa sampe 30x Zoom, bahkan banyak yang test untuk mengambil detail foto bulan (moon). Saat itu, rasanya saya pengen langsung beli kameranya. Tapi akhirnya saya putuskan untuk mencoba mencari pilihan kamera lain terlebih dahulu.

Pilihan kedua, Sony CyberShoot DSC HX90V

Images of HX90V Compact Camera with 30x Optical Zoom

Nah, kamera pilihan kedua saya masih belum pindah dari brand Sony. Kali ini saya mencoba sedikit menaikkan budget dengan mencari info tentang Sony CyberShoot DSC HX90V.

Secara spesifikasi sebeneranya tidak begitu berbeda jauh dengan Sony Cybershoot DSC WX500. Bahkan dapat dikatakan lebih canggih secara teknologinya karena dilengkapi dengan electronic view finder. Karena sebelumnya saya cukup tertarik dengan Sony DSC WX500, maka saya putuskan memasukkan Sony Cybershoot DSC HX90V ke dalam list kamera yang akan saya pilih.

Pilihan ketiga, Sony CyberShoot DSC-RX100 Mark II

Images of RX100 II Advanced Camera with 1.0 inch sensor

Kamera pilihan ketiga dari Sony ini sepertinya menjadi racun yang cukup kuat bagi saya. Setelah saya melihat review dan juga mencari-cari informasi harga, ternyata harga 2nd kamera ini dapat masuk ke budget yang saya tentukan. Melihat luasan lensa yang memiliki F/1.8 dan fitur ciamik rasanya telah menghancurkan dua pilihan kamera Sony saya sebelumnya. Bahkan dari review yang saya baca dan saya tonton, Sony RX100 merupakan salah satu kamera Compact terbaik saat ini.

Akhirnya, dua kamera sony (sony WX500 dan HX90V) yang sebelumnya ada dalam list pilihan saya, secara perlahan hilang dari pikiran saya. Satu-satunya kamera Sony yang saat ini ada adalah Sony Cybershoot DSC RX100 mark II.

Pilihan keempat, Panasonic Lumix TZ70/ZS50

Image result for lumix zs50

Kamera ini sebeneranya berada diluar dugaan saya. Saya benar-benar cukup tertarik dengan produk dari panasonic ini. Alasan utamanya sebenarnya ada pada Lensa Leica yang disematkan kepada kamera ini. Saya langsung berfikir, dengan budget sekitar 4-5jtaan saya dapat kamera pocket dengan lensa Leica. Secara Zoom juga sama seperti Sony WX500 dan HX90V dimana bisa zoom 30x.

Tapi lama-kelamaan, pesona lensa Leica dan panasonic lumix TZ70 tersebut hilang ketika saya menemukan video tentang panasonic lumix TZ80, yang notabene adalah penerus dari Lumix TZ70. Bagaimana tidak tertarik, Lumix TZ80 sudah support 4K. Selain itu ada fitur yang namanya Post Focus, jadi kita mau jepret dimana pun tidak menjadi masalah karena fokusnya bisa diatur setelah gambar di ambil. Keren kan..

Sayang, harganya ga masuk dengan budget saya. jadi saya memilih untuk pergi meninggalkan Panasonic Lumix dan masih menyisakan 1 pilihan yaitu Sony RX100 mark II.

Pilihan kelima, FujiFilm X20/X30

Image result for fujifilm x30

Setelah sempat melirik kamera Panasonic Lumix, kamera lain yang melintas di kepala saya adalah kamera dari Brand FujiFilm. Selain karena masih hangat dengan film AADC 2 dengan kamera FujiFilm XT-10 punya Rangga, desain retro dan kualitas dari kamera fujifilm ini cukup memikat saya.

Karena tujuan saya ingin mencari kamera compact, bukan mirrorless, maka saya putuskan untuk mencari informasi tentang FujiFilm X20 dan FujiFilm X30. Banyak yang memberikan masukan kepada saya tentang produk ini, khususnya para pengguna produk FujiFilm seperti mas cbramono.net, mas Andre Maling (makan keliling) dan juga om Kevin Tan.

Masukan dari mereka cukup memberikan pencerahan sebenarnya. Tapi kembali lagi ke tujuan saya mencari kamera, yaitu untuk mobilitas dan powerfull kalau untuk Vlogging. Akhirnya, setelah mempertimbangkan tujuan tersebut, saya mencoret FujiFilm X20/X30 dari daftar list.

Pilihan keenam, Canon Powershoot G7X

Image result for canon g7x

Setelah cukup banyak pilihan, saya akhirnya mencoba melirik kamera dari Canon. Jujur aja, saya tidak tahu kenapa selalu memilih brand Canon terakhir. Bahkan saya sendiri belum pernah memiliki kamera digital dari brand ini. Satu-satunya kamera canon yang pernah saya miliki adalah kamera RF Canonet QL 17 (analog).

Canon Powershoot G7X menurut saya cukup memikat hati saya, dan perlu saya masukkan ke dalam list. Hal tersebut disebabkan karena G7X memiliki harga yang masuk budget, (karena sekarang sudah muncul G7X Mark II, jadi yang Mark I harganya jadi turun). Layarnya Flip, Support WiFi-NFC, luasan lensa juga cukup memikat yaitu F/1.8 – F/2.8. Selain itu, Canon G7X pernah mendapatkan status sebagai kamera vlogger terbaik. Menarik banget buat memulai aktivitas Vlogging.

***

Setelah memiliki banyak pilihan, akhirnya tersisa 2 pilihan yaitu Sony Cybershoot DSC RX100 II dan Canon Powershoot G7X.

Image result for canon g7x vs sony rx100 II

Dari kedua pilihan tersebut saya mulai mencari info lebih lanjut dan mencari produknya di beberapa toko online. Kedua kamera yang saya cari terakhir ini rupanya sama-sama kamera yang sudah mulai langka di pasaran. Langka di sini menyebabkan harga yang dipasang oleh penjual kadang-kadang menjadi tidak masuk akal.

Ketika saya menemukan harga yang cocok, saya langsung melakukan negosiasi dan akhirnya saya menjatuhkan pilihan kepada Canon Powershoot G7X. Kamera yang membuat status saya sebagai seorang Nikonian dan Alparian menjadi sedikit abu-abu. wkwk..

Canon Powershoot G7X

My Canon G7X

Kenapa saya akhirnya menjatuhkan pilihan kepada canon G7X daripada Sony RX100 II?? pertama karena layar yang tidak dapat dilipat 180 derajat untuk selfie, kedua mungkin karena setelah bernegosiasi dengan beberapa penjual, harga yang di berikan kepada saya tidak terlalu cocok atau bisa dikatakan over budget.

Semoga canon G7X yang saat ini saya gunakan dapat menjadi alat untuk mengabadikan banyak momen yang saya jalani, khususnya bersama keluarga. Jika sebelumnya hanya berupa foto saja, maka selanjutnya akan banyak video yang akan saya berikan dengan dukungan Canon G7X. Selain itu, semoga suatu saat nanti saya bisa menaikkan level G7X yang saat ini saya pilih dari G7X mark I menjadi G7X Mark II.. Amin..

error: Content is protected !!