Outbound Di Desa Wisata Ledok Sambi Kaliurang

Outbound Di Desa Wisata Ledok Sambi Kaliurang

Setelah lama tertunda akhirnya saya berusaha untuk menulis sedikit cerita tentang kegiatan kami beberapa waktu lalu, tepatnya pada tanggal 14 Mei 2017 dimana pada saat itu kami mengikuti Outbound di Desa Wisata Ledok Sambi Kaliurang.

Walaupun secara tertulis cukup terlambat, namun sebenarnya kegiatan Outbound di Desa Wisata Ledok Sambi ini sudah saya ceritakan lewat VLog. Jika belum sempat melihat VLog kami saat di Ledok Sambi, maka silakan tonton video berikut. (jangan lupa subscribe, like sama comment juga) Hehe..

VLog Bagian 1

 

Sebenarnya kegiatan outbound kali ini merupakan kegiatan yang diadakan oleh PG/TK/SD Alam Anak Prima Yogyakarta, sekolah Aileen dan Keenan.

Secara umum, acara di Ledok Sambi ini merupakan gabungan dari tiga event besar sekolah dimana terdapat outbound, family trip dan pentas tutup tahun. Namun mengingat situasi dan kondisi, maka akhirnya sekolah memutuskan untuk menggabungkan ketiga acara tersebut menjadi 1, namun dikemas dengan cara yang beda dan menarik. (dan menurut kami cukup sukses).

***

Oke sekarang saya coba cerita apa yang kami lakukan ketika mengikuti acara tersebut.

Pertama

Mengingat acara dimulai sekitar pukul 07.00 WIB, maka saya, nyonya, Aileen dan Keenan berangkat sekitar pukul 06.30 WIB dari rumah. Kebetulan rumah kami tidak terlalu jauh dari tempat acara jadi sekitar 20-30 menit sudah sampai lokasi.

Setibanya di Ledok Sambi, rupanya sudah banyak keluarga dari teman sekolah Aileen dan Keenan yang sudah hadir. Semua orang tua dan guru kompak dengan menggunakan seragam acara family sport day yang berwarna biru kuning. Sedangkan para murid menggunakan seragam olahraga terlebih dahulu, karena seragam acara akan digunakan untuk pentas tutup tahun.

Setelah registrasi, kami akhirnya langsung lanjut menikmati welcome drink sambil duduk-duduk.

Tidak berselang lama, para murid dan siswa PG/TK/SD Alam Anak Prima diminta untuk berkumpul di tengah lapangan dan membuat lingkaran. Ya, gurunya mencoba membangunkan para murid yang terlihat masih banyak yang ngantuk. Maklum hari minggu biasanya memang enak untuk bermalas-malasan bangun pagi.

Dewa Wisata Ledok Sambi

Sedikit pemanasan dengan menyanyikan lagu yang membuat badan anak-anak bergerak rupanya cukup efektif membuat anak-anak bersemangat. Tidak lama setelahnya, para murid dibagi berdasarkan kelompok kelas yang kemudian dipisah dengan orang tua dan kelompok lainnya untuk melakukan kegiatan masing-masing. (Playgroup – TK – SD acaranya masing-masing)

Kedua

Setelah anak-anak pergi dengan kegiatan masing-masing didampingi oleh guru-gurunya, maka sekarang giliran orangtua murid yang melakukan pemanasan sebelum melakukan outbound.

Pemanasannya ternyata tidak beda jauh dengan apa yang dilakukan oleh anak-anaknya. Kami diminta untuk membuat lingkaran, kemudian melakukan nyanyian dan gerakan-gerakan layaknnya yang dilakukan oleh anak-anak ketika di sekolah. Seru dan cukup membuat badan sedikit panas.

Desa Wisata Ledok Sambi Kaliurang

Agar semakin menarik dan mengakrabkan para orangtua, para guru melakukan beberapa cara dan berakhir dengan pembagian kelompok untuk outbound. Kebetulan saya sendiri berada di kelompok 5 aka kelompok “tikus”.

Outbound ini diikuti oleh 10 kelompok (5 kelompok pria, 5 kelompok wanita). Setiap kelompok diminta melewati 4 tantangan aka 4 pos yang masing-masing pos akan mencatat waktu dan poin dari masing-masing kelompok. Di akhir acara nanti akan diumumkan 3 kelompok terbaik. (kelompok saya jadi yang terbaik.. wkwk)

Pos pertama, 

Kami diminta untuk duduk berbaris dan berjalan menggunakan pantat, ya seperti ulat gitu lah. Kekompakan kelompok kami dimulai dari sini.. haha.. ya, dengan penuh semangat, kelompok kami rupanya dapat dikatakan cukup cepat (dengan catatan waktu yang cepat) menyelesaikan tantangan di pos ini.

Pos Kedua,

Tidak jauh dari pos pertama, kami lanjut ke pos kedua. Jujur, saya lupa nama permainan/tantangan yang ada di pos ini. Namun gambarannya seperti ini. Kita diminta untuk memindahkan seseorang dari start ke garis finish tapi menggunakan 2 balok kayu. Jadi semacam estafet balok kayu gitu. Ya puji Tuhan, karena salah strategi orang yang dipindahkan dari kelompok kami merupakan orang yang memiliki badan cukup besar.. wkwk..

But it’s OK.. Show must go on… And… tantangan bisa kami lewati dengan aman terkendali.. Hehe..

Pos Ketiga,

Pos ketiga ini memiliki nama tantangan yang cukup panjang dan menggunakan bahasa Jawa. Pokoknya nama tantangan atau permainan di pos ini sulit untuk disebut. Wkwk.

Inti dari permainan ini sebenarnya saling bantu dan pegangan erat gitu.. Dimulai dari ngangkang, masuk ke kolong teman-teman kelompok tapi pegangan tidak boleh lepas, kemudian ambil bola sebanyak-banyaknya.

Lagi-lagi kelompok kami lancar jaya di Pos ini.

Pos Keempat,

Pos ini merupakan pos terakhir. Kalau pos ini saya ingat diminta untuk apa.. hehe.. Di minta niup bola pingpong melewati 4 gelas air.

Terlihat cukup mudah, tapi ternyata saya tidak bisa melakukannya.. wkwk.. Pekok tenan cah..

Walaupun saya gagal melakukan 2 percobaan, namun kelompok kami tetap menang, karena ada 4 anggota yang berhasil melakukannya.. hehe.

Berikut ini pasukan tikus kelompok 5 yang pada akhir acara berhasil berada di posisi 1 perolehan poin hasil outbound.

Desa Wisata Ledok Sambi Kaliurang

Ketiga

Setelah acara outbound selesai, acara pun dilanjutkan dengan adanya promosi dari Yovie music school yang berlokasi di Seturan Yogyakarta. Tapi maaf, saya tidak membahasnya di sini ya.. hehe

Oke lanjut saja ke bagian terakhir dari acara ini.

Acara yang paling ditunggu oleh para anak-anak akhirnya tiba. Ya, pementasan tutup tahun akhirnya mulai. Kali ini pementasannya mengambil cerita Film Disney “Moana”. Kebetulan Aileen juga terlibat di pementasan ini. Dia menari dengan aksesoris kepala bunga-bunga. Tapi jujur, sampai sekarang saya juga kurang tahu dia sebenarnya memerankan sebagai apa.. wkwk..

Menurut salah satu guru di sekolah Aileen dan Keenan, kisah cerita Moana cukup baik karena memberikan contoh untuk tidak merusak alam dan selalu menjaganya.

“Harapannya dari kisah cerita Moana, kita dapat mengambil contoh untuk tidak merusak alam dan selalu menjaganya, karena di dunia ini kita harus saling menghargai salah satunya menghargai dan menjaga alam,” kata Bu Hanum.

Untuk melihat pementasan tutup tahun dengan cerita “Moana” ini, silakan tonton video kami di bawah ya.. 😀

VLog Bagian 2

Oke, mungkin itu sedikit cerita tentang Outbound di Desa Wisata Ledok Sambi Kaliurang yang terlambat ditulis cukup lama.

***

Terkait dengan tempat, saya cukup merekomendasikannya kepada yang ingin melakukan outbound di sini. Tempatnya oke, ada sungai dan memiliki lahan yang cukup luas. Selain itu juga tersedia beberapa pilihan paket. Jadi bisa menyesuaikan dengan budget dan kebutuhan.

Info Desa Wisata Ledok Sambi:

Office:
Jl. Babarsari no. 9A, Catur Tunggal
Sleman, Yogyakarta.
Yetti 0819 0426 2581

Site:
Jl. Kaliurang km. 19,2, Ds. Sambi,
Sleman, Yogyakarta. PETA
Dini 0813 9232 2529

Website: ledoksambi.net
Email ledoksambi@gmail.com
fb: Ledok Sambi
t: @ledoksambi
Ig: Ledok Sambi
YouTube: ledok sambi

Jam Buka : 8AM–6PM

Peta lokasi: https://goo.gl/maps/g6MjJFS1NiF2

HBD Keenan-Aileen, Tumbuh Dan Berkembanglah Sesuai Dengan Usiamu

HBD Keenan-Aileen, Tumbuh Dan Berkembanglah Sesuai Dengan Usiamu

Setiap orang pasti memiliki tanggal-tanggal spesial yang selalu membuatnya berkesan. Salah satu tanggal spesial yang hampir pasti diingat oleh seseorang adalah tanggal kelahiran diri mereka sendiri / anggota keluarga serta orang-orang dekat.

Jika kamu bertanya kepada saya tentang tanggal berapa saja yang saya kategorikan sebagai tanggal spesial, maka saya tidak akan melewatkan tanggal 26 Februari dan 16 Maret. Kedua tanggal tersebut sudah pasti akan kami ingat selalu karena telah memberikan kenangan dan cerita penuh perjuangan bagi keluarga kami.

Kenapa bisa penuh kenangan dan penuh perjuangan?? Alasannya cukup jelas. Tanggal 26 Februari dan 16 Maret merupakan tanggal kelahiran dari anak kami (Aileen dan Keenan).

Keenan 1st birthday-1

Jika kamu pernah membaca tulisan saya tentang “Welcome to the world Keenan, My Baby Boy” dan “Detik-detik itu terasa semakin dekat..“, maka kamu akan menemukan bagaimana cerita perjuangan dari keluarga kami dalam menanti kehadiran Aileen dan Keenan.

Tidak terasa, waktu dan masa tersebut telah berlalu seiring dengan berjalannya waktu. Kemarin (16/03/2017), Aileen tepat berusia 3 tahun dan sekitar 3 minggu sebelumnya (26/02/2017), Keenan juga telah mulai melangkahkan kakinya di usia 1 tahun.

Maaf, jika kami bukan keluarga yang suka dengan perayaan mewah dan juga besar terhadap hari ulang tahun. Kami merasa, berbagi kebahagiaan dengan cara berkumpul dan melakukan doa serta makan bersama dengan anggota keluarga sudah cukup membuat kami merasa bahagia.

Aileen 3 tahun..

Kak Aileen, di usiamu yang ketiga kemarin kami cukup bangga dengan pertumbuhan dan perkembangan yang sudah kakak alami. Ceriwis namun kritis yang diikuti sikap tidak sabar yang membuat kakak sering melampiaskan emosi dan teriakan selalu membuat keluarga ini menjadi terasa seru dan penuh dinamika.

Maria Aileen Luisa Nathania

Dengan usia yang baru menginjak 3 tahun, kakak sudah bisa melakukan hal-hal yang hebat. Menghitung 1 sampai 10, mengucapkan nama-nama hewan dan juga warna dengan menggunakan bahasa Indonesia, bahasa Jawa (kromo) dan bahasa Inggris sudah kakak lakukan.

Kosakata dan koleksi lagu yang kakak miliki sekarang juga semakin banyak. Bahkan kami sendiri sering kali tidak mengetahui lagu apa yang sedang kakak nyanyikan. Hingga akhirnya, kami cuma bisa saling menebak dan kepentok untuk tanya ke Guru kakak di sekolah.

Satu hal terpenting yang kami lihat dari perkembangan kakak di usia ketiga ini adalah dalam hal agama. Ya, sebuah dasar yang cukup baik menurut kami telah kakak Aileen bangun hingga saat ini.

Jujur kak, Ayah dulu waktu umur 3 tahun mungkin belum bisa berdoa yang namanya “Salam Maria“, bahkan ayah juga tidak ingat apakah pada saat itu ayah juga sudah bisa membuat tanda salib dan selalu takut jika tidak berangkat ke gereja setiap hari minggu seperti yang saat ini telah kakak lakukan.

Selamat ulang tahun yang ke-3 ya Kak Aileen.. Teruslah tumbuh dan berkembang sesuai dengan usiamu.. Jangan lupa untuk jaga hubungan baik dengan adik keenan, jangan dinakalin sama digangguin terus ya..  hehe.. Kami di sini hanya bisa berdoa yang terbaik dan membantu untuk membimbing kakak untuk menuju kedewasaan hidup.

We are proud of you kak..

 

Keenan 1 tahun..

Tidak terasa dek Keenan sekarang sudah berusia 1 tahun. Tepat di ulang tahunmu yang pertama pada tanggal 26 Februari 2017 lalu kita mendapatkan kado yang terindah dari Tuhan berupa keberanian adek Keenan untuk memulai berjalan dan melangkahkan kakinya sendiri.

Keenan 1st birthday

Langkah kakimu yang pertama tepat di hari ulang tahun yang pertama kemarin seakan-akan ingin menunjukkan jika adek Keenan sudah cukup berani dan juga percaya diri untuk melangkah dan tumbuh menjadi seorang yang lebih besar. Jaga terus rasa percaya diri sama keberanianmu ya, jangan lupa untuk jagain kakak Aileen kalau sudah besar nanti.. Kakaknya jangan dijailin ma dipukul-pukul terus ya.. hehe.. Kalo punya mainan juga jangan pelit dan ga boleh rebutan.. Pokoknya harus saling berbagi..

Maaf kalo di usia Keenan yang kurang dari 1 tahun lalu, kami sudah menitipkan adek keenan ke Daycare dan tidak bisa menjaga secara langsung seperti yang pernah kami lakukan untuk kakak Aileen. Ga usah iri dengan hal itu. Anggaplah apa yang kami lakukan itu sebagai sesuatu proses dan anugerah yang adek keenan dapat.

Keenan 1st birthday-3

Selamat ulang tahun yang pertama ya Keenan.. Kami juga hanya bisa berdoa yang terbaik buat adek keenan. Perjalanan hidup adek keenan baru dimulai dan masih sangat panjang.  Teruslah tumbuh dan berkembang sesuai dengan usiamu. Jangan malas untuk belajar, seperti yang selalu adek keenan lakukan sama mama ketika masih ada di dalam kandungan. – “Dulu waktu di perut mama, adek keenan itu rajin banget belajar bareng di kelas sambil bantu tugas kuliah ma ujiannya mama”.

 

Ayah ga tau, apakah tulisan yang ayah tulis hari ini masih akan ada dan terbaca oleh kakak Aileen dan adik Keenan. Kalau suatu saat nanti kakak aileen dan adik keenan baca tulisan ini, kasih tau ayah sama mama ya.. Kalau perlu kalian tinggalkan komentar juga lewat kotak komentar yang ada di bawah..

We always proud of you..

Regards,

Ayah Aileen-Keenan (17 Maret 2017)

***

Pengalaman Urus Penambahan Anggota Keluarga Baru Di BPJS

Pengalaman Urus Penambahan Anggota Keluarga Baru Di BPJS

Keenan (anak lanangku) sudah hampir masuk usia tujuh bulan, tapi hingga memasuki usia enam bulan ia belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Kasihan betul anak lanang ini, padahal dari kantor saya mendapatkan fasilitas jaminan dari BPJS Kesehatan.


Lha kok jaminan kesehatannya belum diurus?? Mungkin beberapa orang menanyakan hal tersebut kepada saya. Begini penjelasan serta cerita pengalaman urus penambahan anggota keluarga baru di BPJS Kesehatan.. hehe..
***

Mengingat cuaca yang kurang oke belakangan ini dan juga ditambah dengan banyaknya anak kecil yang mudah terserang penyakit batuk-pilek, maka mau tidak mau saya harus mengurus kartu jaminan BPJS kesehatan milik Keenan sebagai usaha untuk jaga-jaga dan persiapan untuk kesehatan anak lanang.

Pertanyaan pertama muncul dari keluarga:

Apa tidak diurus langsung oleh kantor?

Jawabannya gini:

Bisa diuruskan oleh kantor. Syaratnya pun tidak sulit karena cukup membawa KK terbaru (boleh asli/fotocopy). Seain itu untuk jaga-jaga boleh membawa akta lahir anak.

Pertanyaan selanjutnya kembali muncul:

Lha gene (nah itu), kenapa ga segera diurus?

Jawaban saya kali ini seperti ini:

Bukannya tidak mau mengurus di kantor. Berdasarkan pengalaman dan hasil konsultasi dengan pegawai kantor yang mengurusi BPJS kesehatan. Kita boleh mengurus langsung ke kantor BPJS Kesehatan sendiri.

Lagipula ada pengalaman kurang menyenangkan dari teman-teman kantor yang BPJS Kesehatannya diurus oleh kantor. (Kartu BPJS Kesehatan lama jadinya). Untuk masalah yang satu ini yang membuat saya memutuskan untuk mengurusnya sendiri, namun secara potongan nanti tetap lewat instansi.

Berhubung ketika Keenan masih berusia 1-2 bulan saya masih disibukkan dengan urusan administrasi seperti mengurus perubahan Kartu Keluarga dan Akta Kelahiran, maka rencana untuk mengurus jaminan kesehatan pun mau tidak mau mundur.

Memasuki bulan ke 3-6, saya juga tidak dapat mengurusnya karena ada beberapa acara pribadi seperti Liburan ke luar kota dan juga acara di kantor yang perlu di persiapkan. Akhirnya waktu untuk mengurus jaminan kesehatan Keenan baru dapat dilakukan pada minggu lalu ketika anak lanang berusia 6 bulan.

Lanjut ke cerita mengurus penambahan anggota keluarga baru di BPJS Kesehatan.

***

Selasa (20/9/2016)

Hari ini, sekitar pukul 08.30 WIB saya ijin kepada atasan dan juga teman-teman satu ruangan untuk mencoba mengurus kartu BPJS untuk Keenan.


Sebelum berangkat, saya membuka website BPJS Kesehatan untuk menunduh formulir untuk menambahkan anggota baru. Untuk mencari lokasi unduh formulir, saya cukup kesulitan. Walaupun akhirnya saya menemukan Formulir Daftar Isian Penambahan Anggota Keluarga Peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) – Formulir 4B di alamat ini (klik aja.. bukan Zonk kok).
Setelah berhasil mengunduh formulir tersebut, saya cetak dan kemudian diisi sesuai dengan petunjuk. Setelah selesai, lanjut ke kantor BPJS.

Informasi penting untuk masyarakat Yogyakarta yang mau mengurus BPJS kesehatan (biar ga bolak-balik dan salah tempat seperti yang saya alami)

Kantor BPJS Kesehatan Yogyakarta sebenarnya ada 2 tempat:

  1. Di daerah gedongkuning – BPJS Pusat (sebelah dagadu)
  2. Di depan Balaikota – Kantor unit pemasaran

Perbedaan yang paling mencolok ada pada fungsi keduanya. BPJS Pusat ditujukan untuk semua pekerja penerima upah (PPU), sedangkan BPJS yang berada di depan balaikota ditujukan untuk yang ingin mendaftarkan mandiri (bukan pekerja penerima upah). 

Karena kurang mengerti soal informasi di atas dan sempat di beri informasi salah oleh satpam yang ada di BPJS Pusat beberapa waktu lalu. Maka setelah formulir selesai saya isi, saya pergi ke kantor BPJS yang berada di depan Balaikota.


Sampai di kantor BPJS depan balaikota saya mendapatkan nomor antrian I-026 dan menunggu sekitar 30 menit sebelum akhirnya dipanggil oleh mbak Yanti yang sedang bertugas.

Ketika dipanggil dan mendapatkan penjelasan dari mbak Yanti, rupanya saya mendapatkan “Zonk” dan ternyata karena saya pekerja di sebuah instansi maka seharusnya saya pergi ke kantor BPJS Kesehatan Pusat di daerah Gedongkuning.
Tidak mau membuang banyak waktu karena saya sadar dengan antrian yang mungkin akan sangat panjang, saya pun langsung berangkat ke Kantor BPJS Kesehatan Pusat.

***

Saya tiba di kantor BPJS Kesehatan Pusat Yogyakarta di daerah Gedongkuning sekitar pukul 09.50 dan mendapatkan antrian yang diambilkan oleh pak satpam bernama Dwi Rustanto dengan nomor O-029. (padahal saat saya sampai sana baru nomor O-17). Alamat nunggu lumayan lama ini.. Hehe..
Sebagai gambaran, antrian di gedung BPJS Kesehatan dapat dikatakan cukup gila padahal masih jam 10 pagi (Penuh di Luar dan dalam Gedung). Saran saya, kalau mau dapat antrian kecil maka datang sekitar jam 07.30 saja ketika kantor BPJS baru akan buka. Jika datang lebih dari jam 10.00 WIB, biasanya kemungkinan kita baru akan dilayani setelah jam 12 siang.


Untuk membuat masyarakat yang sedang menunggu antrian tidak bosan, di dalam gedung BPJS Kesehatan terdapat satu sudut yang dinamakan “Pojok Baca”. Tempat yang menyediakan banyak buku bacaan bagi segala umur ini merupakan hasil kerjasama BPJS Kesehatan dengan BPAD Yogyakarta (BPAD kie singkatan e opo yo?? haha,. mungkin semacam perpustakaan daerah).


Oke Skip

Setelah menunggu sekitar 1 jam lebih 10 menit, akhirnya nomor antrian O-029 milik saya di panggil ke Counter 7.. (rasane seneng banget wes diundang.. hehe..).


Di counter 7 saya bertemu dengan petugas BPJS yang bernama Mbak Nining. Beliau langsung menanyakan kebutuhan saya dan akhirnya dibantu dengan cepat. Pada kesempatan ini saya yang sedang mengurus penambahan anggota keluarga baru hanya di minta Fotocopy KK. Selanjutnya langsung diinput oleh mbak Nining.


Dan hanya sekitar 5-10 menit di counter 7, saya langsung mendapatkan kartu BPJS kesehatan atas nama Alexander Keenan Dikaracetta. Haha…


***

Untuk mengurus BPJS Kesehatan itu sebenarnya tidak sulit. Prosesnya pun cepat, namun yang kita perlukan adalah kesabaran pada saat mengantri.

Kartu BPJS Kesehatan yang diproses di BPJS Pusat (untuk pekerja) biasanya dapat langsung digunakan setelah kartu tersebut selesai di cetak. Namun untuk kartu BPJS Kesehatan non PPU (mandiri), kartu baru dapat digunakan setelah 14 hari setelah proses pendaftaran.

Semoga sedikit pengalaman saya ini dapat membantu teman-teman yang akan mengurus kartu BPJS Kesehatan ya..

😀

Welcome to the world Keenan, My Baby Boy

Welcome to the world Keenan, My Baby Boy

Yogyakarta – Setelah 9 bulan lebih di dalam kandungan mama, akhirnya kamu kini dapat melihat dunia.

Sama seperti yang pernah saya tuliskan terkait dengan kelahiran anak pertama kami Aileen, maka kali ini saya juga berusaha untuk mendokumentasikan kronologis detik-detik anak kedua kami lahir.

~~~

Jumat (26 Februari 2016)

[02.00]

Istri saya terbangun karena rupanya ketuban telah pecah

[02.30 – 03.00]

Masuk IGD Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta

[03.20]

Pindah dan masuk ke ruang tindakan untuk diperiksa oleh bidan yang jaga. Ketika diperiksa, rupanya masih bukaan 1.

[05.00]

Diperiksa kembali dan rupanya masih bukaan 2.

[06.00]

Karena ketuban telah pecah, maka dokter (dr. Lusiana Irene) meminta untuk dilakukan rekam jantung untuk melihat kondisi bayi.

Setelah selesai, hasil pun keluar dan semua masih dalam keadaan baik. Namun hingga saat ini belum ada kemajuan dalam proses pembukaan, masih bukaan 2.

[08.00]

Diperiksa kembali, kondisi bayi masih baik, denyut jantung pun masih teratur. Namun masih sama seperti sebelumnya, proses pembukaan masih 2.

[09.00]

Dokter Lusi datang, dan memeriksa serta memberi beberapa informasi. Salah satu informasinya terkait dengan kemungkinan akan diberikan obat untuk memacu ibu dan juga si bayi agar dapat semakin membuat jalan lebih cepat terbuka.

Selain itu, dokter juga mengatakan jika ketika di pacu masih belum berhasil, maka mau tidak mau harus dilakukan tindakan operasi sesar.

[09.30]

Mulai di pindah ke kamar bersalin. Bidan yang berjaga pun akhirnya memasang infus yang berisi cairan untuk memacu proses melahirkan.

[10.00]

Setelah dipacu rupanya masih saja belum menujukkan kemajuan, masih ada di bukaan 2.

[11.00]

Efek obat sepertinya mulai terasa.. kontraksi semakin cepat dan sering. Pembukaan pun mulai bertambah menjadi 4.

[11.30]

Istri saya semakin merasa kesakitan karena kontraksi semakin sering. Ketika saya panggilkan bidan jaga dan kemudian diperiksa, sudah kembali naik menjadi pembukaan 6.

[12.00]

Istri saya sudah semakin merasa mules dan seperti ingin B-A-B, akhirnya bidan jaga mengambil keputusan untuk melakukan proses persalinan.

Dalam proses ini, posisi dokter Lusi masih diperjalanan menuju Rumah Sakit. Namun setelah dihubungi, sepertinya tidak cukup waktu buat dokter untuk mendampingi, akhirnya tindakan persalinan kembali di bantu oleh bidan.

[12.35]

Setelah berjuang sekitar 30 menit, akhirnya my baby boy lahir melalui proses persalinan normal dengan panjang 49cm dan berat sekitar 2,8kg.

~~~

Anak kedua dari kami yang berjenis kelamin laki-laki ini kami beri nama Alexander Keenan Dikaracetta.

Secara arti, nama Keenan sendiri memiliki banyak arti seperti Tajam (Inggris) dan Kuno (Irlandia). Namun kami memilih nama tersebut karena Keenan memiliki karakter yang kuat yakni penuh gairah, senang bertemu orang baru, mandiri, kritis, kreatif dan penuh ide.

Sedangkan Dikaracetta merupakan gabungan dari dua kata dalam bahasa sansekerta “Kara” yang berarti “Cahaya” dan “Cetta” yang berarti “berpengetahuan luas”.

Dengan nama ini, kami cuma bisa berdoa agar putra kami dapat menjadi cahaya bagi orang lain dan tetap berpengetahuan luas namun tetap penuh gairah, kritis, mandiri dan kreatif.

Selamat datang Keenan, terima kasih telah melengkapi keluarga kecil kami. Mari kita tumbuh dan berkembang bersama untuk menjalani proses kehidupan ini.

Amin..

error: Content is protected !!