Pengalaman Urus Penambahan Anggota Keluarga Baru Di BPJS

Keenan (anak lanangku) sudah hampir masuk usia tujuh bulan, tapi hingga memasuki usia enam bulan ia belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Kasihan betul anak lanang ini, padahal dari kantor saya mendapatkan fasilitas jaminan dari BPJS Kesehatan.


Lha kok jaminan kesehatannya belum diurus?? Mungkin beberapa orang menanyakan hal tersebut kepada saya. Begini penjelasan serta cerita pengalaman urus penambahan anggota keluarga baru di BPJS Kesehatan.. hehe..
***

Mengingat cuaca yang kurang oke belakangan ini dan juga ditambah dengan banyaknya anak kecil yang mudah terserang penyakit batuk-pilek, maka mau tidak mau saya harus mengurus kartu jaminan BPJS kesehatan milik Keenan sebagai usaha untuk jaga-jaga dan persiapan untuk kesehatan anak lanang.

Pertanyaan pertama muncul dari keluarga:

Apa tidak diurus langsung oleh kantor?

Jawabannya gini:

Bisa diuruskan oleh kantor. Syaratnya pun tidak sulit karena cukup membawa KK terbaru (boleh asli/fotocopy). Seain itu untuk jaga-jaga boleh membawa akta lahir anak.

Pertanyaan selanjutnya kembali muncul:

Lha gene (nah itu), kenapa ga segera diurus?

Jawaban saya kali ini seperti ini:

Bukannya tidak mau mengurus di kantor. Berdasarkan pengalaman dan hasil konsultasi dengan pegawai kantor yang mengurusi BPJS kesehatan. Kita boleh mengurus langsung ke kantor BPJS Kesehatan sendiri.

Lagipula ada pengalaman kurang menyenangkan dari teman-teman kantor yang BPJS Kesehatannya diurus oleh kantor. (Kartu BPJS Kesehatan lama jadinya). Untuk masalah yang satu ini yang membuat saya memutuskan untuk mengurusnya sendiri, namun secara potongan nanti tetap lewat instansi.

Berhubung ketika Keenan masih berusia 1-2 bulan saya masih disibukkan dengan urusan administrasi seperti mengurus perubahan Kartu Keluarga dan Akta Kelahiran, maka rencana untuk mengurus jaminan kesehatan pun mau tidak mau mundur.

Memasuki bulan ke 3-6, saya juga tidak dapat mengurusnya karena ada beberapa acara pribadi seperti Liburan ke luar kota dan juga acara di kantor yang perlu di persiapkan. Akhirnya waktu untuk mengurus jaminan kesehatan Keenan baru dapat dilakukan pada minggu lalu ketika anak lanang berusia 6 bulan.

Lanjut ke cerita mengurus penambahan anggota keluarga baru di BPJS Kesehatan.

***

Selasa (20/9/2016)

Hari ini, sekitar pukul 08.30 WIB saya ijin kepada atasan dan juga teman-teman satu ruangan untuk mencoba mengurus kartu BPJS untuk Keenan.


Sebelum berangkat, saya membuka website BPJS Kesehatan untuk menunduh formulir untuk menambahkan anggota baru. Untuk mencari lokasi unduh formulir, saya cukup kesulitan. Walaupun akhirnya saya menemukan Formulir Daftar Isian Penambahan Anggota Keluarga Peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) – Formulir 4B di alamat ini (klik aja.. bukan Zonk kok).
Setelah berhasil mengunduh formulir tersebut, saya cetak dan kemudian diisi sesuai dengan petunjuk. Setelah selesai, lanjut ke kantor BPJS.

Informasi penting untuk masyarakat Yogyakarta yang mau mengurus BPJS kesehatan (biar ga bolak-balik dan salah tempat seperti yang saya alami)

Kantor BPJS Kesehatan Yogyakarta sebenarnya ada 2 tempat:

  1. Di daerah gedongkuning – BPJS Pusat (sebelah dagadu)
  2. Di depan Balaikota – Kantor unit pemasaran

Perbedaan yang paling mencolok ada pada fungsi keduanya. BPJS Pusat ditujukan untuk semua pekerja penerima upah (PPU), sedangkan BPJS yang berada di depan balaikota ditujukan untuk yang ingin mendaftarkan mandiri (bukan pekerja penerima upah). 

Karena kurang mengerti soal informasi di atas dan sempat di beri informasi salah oleh satpam yang ada di BPJS Pusat beberapa waktu lalu. Maka setelah formulir selesai saya isi, saya pergi ke kantor BPJS yang berada di depan Balaikota.


Sampai di kantor BPJS depan balaikota saya mendapatkan nomor antrian I-026 dan menunggu sekitar 30 menit sebelum akhirnya dipanggil oleh mbak Yanti yang sedang bertugas.

Ketika dipanggil dan mendapatkan penjelasan dari mbak Yanti, rupanya saya mendapatkan “Zonk” dan ternyata karena saya pekerja di sebuah instansi maka seharusnya saya pergi ke kantor BPJS Kesehatan Pusat di daerah Gedongkuning.
Tidak mau membuang banyak waktu karena saya sadar dengan antrian yang mungkin akan sangat panjang, saya pun langsung berangkat ke Kantor BPJS Kesehatan Pusat.

***

Saya tiba di kantor BPJS Kesehatan Pusat Yogyakarta di daerah Gedongkuning sekitar pukul 09.50 dan mendapatkan antrian yang diambilkan oleh pak satpam bernama Dwi Rustanto dengan nomor O-029. (padahal saat saya sampai sana baru nomor O-17). Alamat nunggu lumayan lama ini.. Hehe..
Sebagai gambaran, antrian di gedung BPJS Kesehatan dapat dikatakan cukup gila padahal masih jam 10 pagi (Penuh di Luar dan dalam Gedung). Saran saya, kalau mau dapat antrian kecil maka datang sekitar jam 07.30 saja ketika kantor BPJS baru akan buka. Jika datang lebih dari jam 10.00 WIB, biasanya kemungkinan kita baru akan dilayani setelah jam 12 siang.


Untuk membuat masyarakat yang sedang menunggu antrian tidak bosan, di dalam gedung BPJS Kesehatan terdapat satu sudut yang dinamakan “Pojok Baca”. Tempat yang menyediakan banyak buku bacaan bagi segala umur ini merupakan hasil kerjasama BPJS Kesehatan dengan BPAD Yogyakarta (BPAD kie singkatan e opo yo?? haha,. mungkin semacam perpustakaan daerah).


Oke Skip

Setelah menunggu sekitar 1 jam lebih 10 menit, akhirnya nomor antrian O-029 milik saya di panggil ke Counter 7.. (rasane seneng banget wes diundang.. hehe..).


Di counter 7 saya bertemu dengan petugas BPJS yang bernama Mbak Nining. Beliau langsung menanyakan kebutuhan saya dan akhirnya dibantu dengan cepat. Pada kesempatan ini saya yang sedang mengurus penambahan anggota keluarga baru hanya di minta Fotocopy KK. Selanjutnya langsung diinput oleh mbak Nining.


Dan hanya sekitar 5-10 menit di counter 7, saya langsung mendapatkan kartu BPJS kesehatan atas nama Alexander Keenan Dikaracetta. Haha…


***

Untuk mengurus BPJS Kesehatan itu sebenarnya tidak sulit. Prosesnya pun cepat, namun yang kita perlukan adalah kesabaran pada saat mengantri.

Kartu BPJS Kesehatan yang diproses di BPJS Pusat (untuk pekerja) biasanya dapat langsung digunakan setelah kartu tersebut selesai di cetak. Namun untuk kartu BPJS Kesehatan non PPU (mandiri), kartu baru dapat digunakan setelah 14 hari setelah proses pendaftaran.

Semoga sedikit pengalaman saya ini dapat membantu teman-teman yang akan mengurus kartu BPJS Kesehatan ya..

😀

Tags:

Leave a Reply