Aileen di usia sembilan bulan

Hari demi hari telah dilewati, tidak terasa sudah sembilan bulan anak saya lahir di dunia untuk melengkapi keluarga kecil ini. Masih teringat secara jelas diingatan saya, ketika pertama kali kamu lahir pada tanggal 16 maret 2014 pukul 06:52 WIB di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta usai perjuangan yang cukup lama dalam masa persalinan. [baca : detik-detik itu terasa semakin dekat]

Maria Aileen Luisa Nathania, selama sembilan bulan ini kamu telah memberikan banyak warna dan cerita. Cerita senang, kesal, bangga, sedih telah mengisi hari-hari kami. Hingga saat ini kami merasa sangat beruntung karena masih dapat melihat senyummu, teriakanmu, ocehanmu dan juga tangisanmu setiap hari.

Perkembangan dan pertumbuhanmu pun cukup dapat kami ingat dengan jelas. Kapan pertama kali kamu tengkurap sendiri, kapan kamu pertama kali merangkak, kapan pertama kali kamu naik-turun tempat tidur sendiri, kapan pertama kali kamu tumbuh gigi, kapan pertama kali kamu mengucapkan kata mama, papapa,  mamam mamam, ngengeng ngengeng, dan kata-kata lucu lain yang muncul dari seorang baby.

Kini tingkah lucumu semakin bertambah ketika kamu bisa melambaikan tangan sendiri layaknya seorang yang telah mengerti apa yang biasa dilakukan ketika seseorang akan pergi berkaktivitas. Lambaian tangan, ekspresi serta ocehanmu itu semua itu cukup ngangenin dan membuat hidup kita menjadi berbeda.

Di usiamu yang saat ini memasuki sembilan bulan, kami cukup bangga dengan perkembangan, pertumbuhan dan rutinitasmu. Setiap pagi sekitar pukul 05:00 WIB, kamu selalu bangun sebelum kami berdua bangun. Mungkin setiap pagi kamu ingin menunjukkan diri dan mengingatkan kepada ayah agar dapat segera bangun dan bersiap-siap untuk berangkat ke kantor. Terima kasih ya Aileen udah bangunin ayah setiap pagi. 😀

Sebelum ayah berangkat ke kantor, kamu selalu mengatakan ngengeng-ngengeng yang artinya ingin diajak untuk jalan-jalan sebentar sebelum ditinggal oleh ayah kerja. Semua perkataan dan tingkah lakumu itu lucu, membuat ayah jadi semangat tiap pagi. Lagi-lagi ayah ucapkan terima kasih ya Aileen.

Ketika sepulang ayah kerja, kamu juga sepertinya telah menunggu ayah di depan rumah. Entah itu disengaja oleh mama dan eyang mu atau tidak, yang pasti rasa capek ayah di kantor bisa sedikit terobati ketika pertama kali sampai rumah. Belum lagi kalau ayah sudah turun dari motor, kamu selalu nangis dan meminta untuk digendong oleh ayah. Rasanya plong..

Ayah ingat ketika kamu masuk bulan ke delapan, kamu ikut lomba merangkak dan bayi sehat di Rumah Sakit. Harapan kami untuk melihat kamu berlomba dengan bayi lain saat merangkak harus pupus karena beberapa menit sebelum lomba dimulai kamu ternyata telah kelelahan dan akhirnya tertidur digendongan mama. Walaupun tidak mengikuti lomba, tapi kami bangga dan mungkin akan selalu mengenang cerita ini. 😀

Namun selama sembilan bulan ini, tidak semuanya berjalan dengan senang-senang. Ketika kamu susah makan, badanmu panas dan akhirnya sakit, rasa ceria yang biasa kamu berikan kepada kami berubah menjadi rasa sedih dan bingung. Kami selalu berusaha dan berupaya untuk memberikan yang terbaik buat kamu, baik dengan cara menghibur ataupun memeriksakan ke dokter. Namun rasa sedih itu sulit hilang ketika melihat ekspesimu yang lemes, dan cenderung datar tanpa senyum.

Bulan lalu lebih membuat kami semakin sedih, setelah mengetahui kamu harus opname di Rumah Sakit karena terkena Demam Berdarah. Sedih rasanya membayangkan seorang anak berusia 8 bulan harus masuk rumah sakit dengan kondisi tangan terpasang infus. Namun di tengah sakitmu itu, ayah sendiri merasa cukup bangga dengan semangatmu saat sakit. Kamu tidak susah makan, bahkan cenderung menunjukkan layaknya anak yang tidak sakit. Semoga kami juga bisa seperti kamu ya dek, yang tetep semangat walaupun sedang sakit, lelah dan capek. 😀

Mungkin masih banyak cerita lain yang telah kamu berikan kepada kami. Bagi kami, apapun yang saat ini kamu lakukan merupakan suatu proses yang membuat kita sama-sama tumbuh dalam kedewasaan dan meninggalkan kenangan yang akan selalu kita ingat di masa datang. Maaf jika selama sembilan bulan ini, ayah masih sering malas-malasan dalam menemani dan mengasuh kamu. Namun semoga ke depannya, ayah bisa menjadi ayah yang lebih baik. Menjadi orang tua yang bisa kamu andalkan dan kamu banggakan.

Terus berkembang dan bertumbuh menjadi anak yang baik, cerdas, pintar, berbakti pada orang tua dan selalu memberikan keceriaan di lingkungan sekitar ya Aileen.

Biar semakin banyak cerita untuk dikenang di masa datang dan juga karena besok merupakan hari terakhir ayah masuk kerja di tahun 2014, mari kita siap-siap liburan natal di Bandung dan Sukabumi. Aileen jangan rewel ya kalo ditinggal sibuk packing. Barang Aileen paling banyak lho… 😛

Rate this article!
Tags:

2 Responses

  1. author

    Bimakuru2 years ago

    foto, mana fotonyaaa….?

    Reply
  2. author

    Aileen2 years ago

    Ga usah pake Foto akh om.. biar om Bima penasaran… :p

    Reply

Leave a Reply