Pernah ga kita mendengar nasihat atau pernyataan “Jangan Suka Marah, Nanti Cepet Tua“?? Menurut saya, itu merupakan salah satu nasihat yang cukup kuno tapi masih cukup abadi hingga sekarang. Hehe..

Kira-kira, kalau nasihat tersebut terlontar dari anak berusia 3 tahun, apa yang akan kita rasakan?? Kalau saya sech, cuma bisa ketawa sama senyum-senyum sendiri aja kaya orang gila.

Kenapa bisa gitu?? Karena yang mengucapkan kata-kata itu Aileen.. Ya, dia anak pertama kami yang 2 minggu yang lalu berusia 3 tahun.

***

Sore ini (25/3/2017), seperti biasanya kami meluangkan waktu bermain bersama anak-anak di dalam kamar. Tanpa di sadari suara saya naik dan sedikit kesal dengan tingkah laku anak-anak (Aileen dan Keenan) yang tidak bisa diam saling berebut mainan.

Aileen keenna

Berhubung kondisi badan Keenan (1) masih kurang baik, maka saya berusaha untuk memperingatkan kepada Aileen (3) untuk mengalah kepada adiknya. Sayang, cara saya untuk memperingkatkan Aileen sepertinya salah karena terkesan memarahinya.

Jika biasanya Aileen menangis atau lari mengadu mencari perlindungan anggota keluarga lain jika dimarahi, maka hal yang berbeda dilakukannya kali ini. Ia terlihat cukup santai, dan tiba-tiba Aileen bilang “Jangan Suka Marah, Nanti Cepet Tua“. Eits, kalau biasanya pernyaaan tersebut cuma sampai di sana, maka Aileen berbeda.

Aileen menambahkan kata-kata lain. (entah diajari atau emang dia asal nyeplos).

Aileen bilang kepada kami “Jangan Suka Marah, Nanti Cepet Tua.. Kaya Kakung… “. Wkwkwk… Ada tambahan kata “Kaya Kakung“. Kata tambahan yang cukup membuat kami menjadi tertawa dan penasaran untuk menanyakan dari mana dia belajar kata-kata tersebut. (sopo sing ngajari jal??)

Setelah dia mengeluarkan kata-kata tersebut, saya akhirnya menanyakan tentang siapa yang mengajari dia bilang seperti itu..

Seperti biasa, Aileen dengan santai dan wajah polosnya bilang “Bu Guru“.. wkwk.. mendengar kata-kata tersebut kita malah semakin ketawa.

Maria Aileen Luisa Nathania

Ya, semenjak Aileen masuk kelas Playgroup kami merasa jika kosakata Aileen cukup banyak. Bahkan sekarang dia sudah bisa mengambil buku cerita dan kemudian cerita kepada adiknya.. Walaupun ceritanya kalau menurut kami sech mengarang bebas dan penuh dengan khayalan. haha.. (wajar, karena dia belum bisa membaca dan baru bisa melihat gambar yang ada di buku) – kemajuan yang luar biasa bagi kami.

Oke, kembali ke kata-kata “Jangan Cepat Marah, Nanti Cepat Tua Kaya Kakung“.

Kata-kata tersebut menurut kami cukup sepele dan sudah sering di dengar. Namun ketika kata-kata tersebut diucapkan oleh Aileen, saya merasa jika saya memang belum cukup bisa mengontrol emosi dan masih mudah marah di depan anak-anak.

Kebiasaan yang sepertinya cukup buruk dan harus segera dikurangi. Terlebih saya juga merasa jika saat ini aileen sedang dalam tahap mengkopi apa yang dia lihat dan dia dengar. Bisa berbahaya, jika salah ucap.. hehe..

Makasih ya Aileen udah ingetin ayah biar ga cepet marah. Karena kalo suka marah nanti ayah bisa cepet tua kaya kakung.. Semoga ayah dan para orang tua lain bisa mengontrol emosi di depan anak dan “Memberi yang terbaik” kaya bagian terakhir dari iklan “Dodo” yang sering kamu sebut. Kasihan juga kalau anak dimarahin terus, atau melihat kita marah-marah terus.. 🙁

*End

@stchristiono | 2017

***

Facebooktwittergoogle_plus
error: