4 Lokasi Liburan Terbaik dengan Hotel Murah di Lembang – Kebanyakan orang mendefinisikan liburan sebagai saat tepat melepas penat. Ini adalah masa bebas meninggalkan segala kewajiban kantor atau tugas-tugas kampus. Kebetulan, kedua alasan di atas sudah tidak berlaku pada fresh graduate seperti saya, Sari, dan Yunita.

Kami bertiga sekarang manusia tanpa status sosial. Meskipun di KTP masih tertulis “Pelajar/Mahasiswa”, tapi pada kenyataannya kami sudah menyelesaikan sidang skripsi. Sambil menunggu momen wisuda, yang masih tiga bulan lagi, kami menyusun rencana perjalanan singkat. Tujuan kami adalah daerah Lembang, Bandung.

Hanya sempat menabung 3 hari, terkumpul deh, ongkos seadanya. Enggak banyak gaya, saya langsung browsing hotel murah di Lembang. Pencarian via Traveloka, ternyata lumayan seru sekaligus membingungkan. Serunya karena ada banyak pilihan penginapan dengan harga yang sangat cocok dengan kantong.

Nah, yang bikin bingung, sejumlah pilihan hotel murah di Lembang, hanya menyediakan kamar dengan single bed dan double bed saja. Saya jadi cengengesan sendiri membayangkan tidur satu kasur sama dua perempuan. Bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, deh.

Butuh waktu yang rada lama untuk menemukan hotel yang sesuai keinginan. Untungnya, ada kriteria urutan berdasarkan harga terendah dan harga tertinggi, serta urutan berdasarkan popularitas dan nilai review.

Saya kemudian mengutak-atik urutan pencarian itu. Filter pencarian saya batasi pada harga maksimal Rp2.490.000. Kategori bintangnya standar saja. Saya pilih yang bintang 2 dan bintang 3. Lalu, saya pun mendapatkan hasil seperti ini:

Penginapan Tipe Tempat Tidur Fasilitas Kamar Ekstra Harga

(Rupiah)

Villa Puri Teras ** 2 Double bed ● Kulkas

● AC

898.000
Osmond Villa Resort *** 1 Double bed

1 Single bed

● Kulkas

● Pembuat kopi/teh

1.000.000
Hotel & Banquet Panorama Lembang *** Twin bed ● Televisi

● Kulkas

● Pembuat Kopi/teh

Balkon/teras 1.250.000
Sandalwood Boutique Hotel *** 2 King bed ● Pembuat kopi/teh

● Kulkas

● Brankas

2.300.000

 

Jika melihat tawaran harga dan fasilitasnya yang sangat bersaing, Anda pasti tidak akan kalah bingung dengan saya, kan?

Tapi, mungkin saja kriteria pencarian hotel murah di Lembang versi Anda dan versi saya berbeda. Tenang. Anda bisa menyesuaikan kriteria pencariannya berdasarkan kebutuhan Anda kok.

Mungkin Anda bisa menerapkan langkah kami dalam memilih hotel. Pertama, kami menyesuaikan dengan bujet untuk mempersempit pilihan. Lalu, dari beberapa pilihan yang ada, kami membandingkan berdasarkan tingkat kenyamanan dan aksesibilitas.

Setelah memesan kamar yang cocok, kami bertiga pun segera menuju Lembang.

Taman Hutan Jaya Giri

Taman Hutan Jaya Giri

1Source: jalankece.com

Kami memutuskan objek wisata ini sebagai menu pembuka tur relaksasi otak. Ide ini saya sendiri yang mengusulkan ke Sari dan Yunita. Mereka pun setuju dan langsung berkemas dengan antusias memilah barang yang perlu ditinggalkan di penginapan.

Taman Hutan Jaya Giri merupakan hutan pinus seluas 7 hektare yang jadi favorit para pendaki. Sebenarnya iri juga, sih, melihat banyak orang berkemah di sekitar area taman. Jujur, saya enggak tahu kalau bakal semenarik itu kemah di hutan. Makanya, saya enggak rencanakan sebelumnya. Tapi, tidak ada yang sia-sia kalau pergi dengan saya.

Bermodalkan tongsis yang saya curi dari kamar adik, kami bertiga menghibur hati dengan pose-pose canggih kekinian. Banyak banget latar foto keren sepanjang hutan pinus ini. Kebun penduduk, papan penunjuk jalan, sampai pos penjagaan, tidak ada yang luput dari jepretan kamera kami.

Gunung Tangkuban Perahu

Gunung Tangkuban Perahu

2Source: wikimedia.org

Perjalanan berlanjut ke Gunung Tangkuban Perahu. Sesuai rekomendasi dari ulasan di internet, urutan terbaik menghabiskan perjalanan 1 hari di Lembang, memang begini yang paling benar. Kebetulan, kaki gunungnya Sangkuriang dan Dayang Sumbi ini, terhubung dengan Taman Hutan Jaya Giri. Jadi, ya, sekalian saja, deh.

Meskipun kami tiba saat hari sudah semakin sore, tapi kesigapan dan ketangkasan Yunita mengarahkan kamera, mampu membuat waktu yang sempit jadi optimal. Setengah jam sebelum jam berkunjung usai, kami sudah meninggalkan kawah legendaris kebanggaan warga Parahyangan itu.

Observatorium Bosscha

Observatorium Bosscha

3Source: infobandung.co.id

Menjelang magrib, kami sampai di objek wisata penuh memori ini. Usai menyelesaikan administrasi sejumlah Rp60.000 untuk bertiga, kami segera berebut teleskop portabel dan teleskop Bamberg. Mau dibilang norak sama pengunjung lain, ya, cuek saja. Mereka, toh, tidak menalangi ongkos kami untuk sampai ke sini.

Sapu Lidi

Sapu Lidi

 

4Source: jejakkaki.wordpress.com

Selesai dari Bosscha, perut kami sudah meraung disko. Sari berinisiatif memilih restoran Sapu Lidi. Awal masuk ke sini kayaknya kami salah tempat, deh. Mayoritas pengunjung restoran, berkonsep pedesaan ini, adalah pasangan laki-laki dan perempuan. Tapi, ya, kami kembali menegakkan prinsip “biar salah asal kenyang”.

Selesailah sudah perjalanan kami merelaksasi otak. Kami masih punya satu malam lagi dari rencana menginap yang saya susun di awal pemesanan kamar. Enaknya, check out besok pagi atau menghabiskan satu malam lagi di hotel murah di Lembang ini, ya?

error: Content is protected !!